Cegah Stunting, Warga Desa di Langkat Gencarkan Tanaman Hidroponik

Kelompok yang aktif melakukan bercocok tanam adalah Kelompok Hidroponik Dusun Fajar Bersemi, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat

LANGKAT | Upaya penghijauan terus gencar di lakukan masyarakat di Kabupaten Langkat dengan malakukan program bercocok tanam secara hidroponik untuk mencegah terjadinya stunting.

Salah satu kelompok yang aktif melakukan bercocok tanam adalah Kelompok Hidroponik Dusun Fajar Bersemi, Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Nurhati, Ketua Kelompok Hidroponik Fajar Bersemi mengungkapkan bahwa penanaman sayur hidroponik sangat mudah di budidayakan dan sayur hidroponik ini rasanya lebih renyah, enak, sehat, dan lebih mudah dikonsumsi.

“Terimakasih kepada Pemerintah Desa Pematang Tengah atas bantuan rumah hidroponik yang diberikan kepada masyarakat. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ucap Nurhati, Rabu (29/5/2024) sore.

Sambungnya, dengan tanaman hidroponik ini kami mendapatkan peningkatan sumber daya manusia dengan belajar cara menanam tanaman sayur sistem hidroponik.

“Dengan mengkonsumsi beragam sayur, kami dapat mencegah stunting di keluarga kami, dan perekonomian kelompok meningkat,” ujar Ketua kelompok Nurhati, dilokasi rumah hidroponik.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pematang Tengah, Nazaruddin berharap bantuan hidroponik yang diberikan kepada kelompok masyarakat dapat bermanfaat, sehingga tercipta peningkatan ekonomi pada masyarakat.

“Tahun ini, kita kembali memberikan bantuan hidroponik kepada kelompok masyarakat. Semoga program ketahanan pangan ini bisa menekan angka stunting di masyarakat kami,” katanya,” harap Nazaruddin.

Senada dengan hal itu, Muhammad Sajeli selaku pemilik perusahaan pembuat tanaman hidroponik menyampaikan, bahwa sistem budidaya tanaman hidroponik ini tidaklah memerlukan lahan yang luas.

“Sehingga dapat memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit. Tanaman sayuran ini lebih mudah dan cepat dapat di panen, tanpa penyemprotan fungisida, dan hasil sayurnya lebih higienis dan sehat,” singkat Sajeli.

Dapat diketahui, kelompok ini memanfaatkan bantuan program ketahanan pangan desa untuk memanfaatkan pekarangan rumah berukuran 6 meter x 4 meter, kelompok ini mampu menanam hingga 800 lubang tanam menggunakan 16 batang pipa PVC berukuran 2 1/2 inci.

Serta dengan menanam secara hidroponik kelompok dapat menanam berbagai jenis sayuran ditanam seperti pakcoy (sawi botol), selada, seledri, bayam merah, bayam hijau, dan kangkung bangkok, tanpa memerlukan penyemprotan fungisida.

Reporter : Teguh