DELISERDANG | Memasuki musim kemarau dampak kekeringan mempengaruhi hasil buah para petani semangka yang berkebun di Desa Bandar Khalipha Kecamatan Percyt Sei Tuan Kabupaten Deliserdang.
Suhu panas berberapa minggu terakhir mengakibatkan hasil panen buah menurun drastis alias anjlok tajam dan banyak yang rusak.
Buah Semangka terlihat kerdil dan banyak yang membusuk disebabkan hujan yang tak kunjung turun dan suhu udara panas yang mencapai 34-36 derajat celcius (Prakiraan Cuaca dari data BMKG). Sementara semangka merupakan tanaman merambat yang membutuhkan asupan air 85% sedangkan pengairan di dapat dari sumur bor yang jika sewaktu waktu mengering akan menyebabkan kekurangan nutrisi pada buah semangka tersebut.
Hal ini membuat Wage (54) dan temannya yang merupakan petani semangka di Desa Bandar Khalipa, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang menjadi merugi. Akibat Cuaca panas berlebihan buah semangkanya banyak yang rusak dan pertumbuhan buahnya pun menyusut tidak maksimal sehingga hasil panennya pun drastis menurun.
“Saya sudah 2 tahun lebih menanam semangka dikarenakan beberapa akhir ini cuaca panas. Jelas sangat mempengaruhi terhadap hasil buah, buahnya tetap banyak, tapi untuk ukuran menyusut tidak maksimal. Namun sebelum memasuki musim panas untuk hasil buah ada peningkatan dan besar buah pun maksimal,” ucapnya Selasa (30/7/2024).
Wage juga menyebutkan bibit semangka yang saat bulan lalu ditanam tidak disangka menjadi rusak karena salah perkiraan tidak sebanding pada tahun sebelumnya. Hasil panennya pun berkurang 60% dari biasanya mendapat 1,5 ton turun menjadi 700 kg dan tidak mendapatkan keuntungan.
“Untuk hasil yang didapat tiap tahun atau masa panenya estimasi dan tidak bisa diprediksi, jelasnya beberapa bulan belakangan ini pendapatan turun drastis lebih kurang 60 % dan tidak mendapatkan hasil keuntungan. Beda pada tahun lalu,” jelasnya.
Bapak 3 anak ini menambahkan bibit semangka dibeli via online perbungkus yang berbentuk sachet Rp250,000. Untuk pemasarannya buah semangka dikirim ke luar seperti Kota Medan dan Binjai. Harga nilai rata- rata/ Kg Rp4.500. Namun karena hasil besar buah kemaren tidak maksimal, yang penting bisa dijuallah kita jual hitung perbuah, biasanya hitungannya di atas 4 Kg, pungkasnya.
Reporter : Iwan GB







