Di Lokasi Kebakaran Pabrik Mancis, DPR RI dan Kemnaker RI Minta Ini ke Pemkab Langkat

Langkat-ORBIT: Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka pengawasan kebakaran PT Kiat Unggul Pabrik Korek Api Gas (Mancis), yang berada di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, dimana  beberapa lalu terbakar menelan korban sebanyak 30 orang pekerjanya.

Kunjungan tersebut diterima oleh Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili oleh Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin didampingin oleh sejumlah kepada OPD Pemkab Langkat, di ruang rapat Wakil Bupati Langkat, Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (26/6/2019).

Rombongan DPR RI tesebut dipimpin oleh Putih sari  didamping 15 anggota DPR RI lainya dan Sekretariat Komisi IX DPR RI, serta bersama Kepala  Biro Humas Kemnaker RI, R Soes Hindharno dan tiga orang stafnya.

Selepas melakukan diskusi di ruang rapat wakil Bupati Langkat, rombongan DPR RI dan Pemkab Langkat, langsung turun kelokasi kebakaran dan menemui keluarga korban.

Putih Sari dikesempatan itu, sangat berharap perristiwa yang sangat memilukan itu tidak terulang lagi, baik di Langkat maupun di lokasi lainnya di tanah air ini. Pihaknya juga meminta pihak kepolisian serta Pemkab Langkat dan pihak terkait, dapat mengusut tuntas kasus ini.

“Saya harap Pemkab Langkat dapat memberikan bantuan serta melakukan pemeriksaan perizinan terhadap semua pabrik yang ada di Langkat, agar tidak ada lagi pabrik yang illegal maupun yang tidak memiliki standrt keamanan dan  keselamatan  sesuai aturan yang berlaku, beroprasi di Langkat,” pungkasnya.

Putih juga mengaku, pihaknya akan berupaya agar pemilik pabrik dapat bertanggung jawab sepenuhnya, atas kematian yang menimpah pekerjanya. Misalnya seperti memberikan satunan kepada keluarga korban yang ditinggalkan atau hal lainnya.

Soes Hindharno  dikesempatan sama, memberikan bantuan dari Kemnaker RI  kepada keluarga dari 29 korban kebakaran sebesar Rp1 juta perorang, dengan total keseluruhan Rp29 juta.

Bantuan hanya diberikan kepada 29 orang, karena 1 orang mandor yang juga menjadi korban, telah mendapatkan bantuan dari pabrik melalui BPJS Ketenagakerjaan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh keluarga korban yang telah dihadirkan di lokasi.

“Semoga bantuan ini, dapat meringakan beban keluarga korban yang ditinggalkan,” sebutnya.

Sementara Sekda, menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan apa yang menjadi aragan pihak Komisi IX DPR RI, baik untuk memberikan bantuan terhadap keluarga korban maupun untuk melakukan razia terhadap semua pabrik yang ada di Kabupaten Langkat.

“Semua pabrik yang di Langkat, akan segera kita razia terkait izinnya. Bagi yang tidak memiliki izin maupun yang beroprasi tidak sesuai dengan standrt oprasional sesuai aturan, akan segara kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” ungkap Sekda.

Selanjutnya, salah satu dari keluarga korban yang berada di lokasi, meminta tanggung jawab atas kejadian tersebut kepada pemilik pabrik dan pihak terkait, serta meminta pemilik pabrik dapat diadili sesuai peraturan perundang-undangan. Od-05