Dinilai Lamban Menangani Laporan, Polsek Bilah Hilir Disorot Warga

Ilustrasi

LABUHANBATU | Maraknya aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Bilah Hilir menjadi perhatian anak rantau. Disebut menjadi sorotan karena beberapa kasus yang sudah dilaporkan di Polsek Bilah Hilir tidak mendapat titik terang

“Kami minta Kapolres Labuhan Batu meningkatkan kinerjanya khusus di wilayah hukum Bilah Hilir, demi menjamin dan meningkatkan stabilitas kantibmas di wilayah itu,” katanya.

Hal ini dikatakannya karena dirinya mengaku kecewa terkait lambannya pihak Polsek Bilah Hilir dalam menangani laporan pencurian yang dialami orangtuanya dan warga yang menjadi korban di wilayah hukum tersebut

Kasus pencurian dengan cara membobol rumah di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Bahkan dalam kurun waktu 12 hari, 2 rumah warga berhasil dibobol maling dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi dari anak rantau pria bernama Joni Hendra Situmorang (47), anak dari Saruddin (70) yang merupakan salah satu korban rumahnya dibobol maling pada Minggu, 31 Maret lalu, di Desa Seitarolat, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Pelaku pembobolan rumah tersebut tampaknya telah terbiasa dan seolah tidak merasa takut, pasalnya mereka beraksi pada siang hari di saat pemilik rumah sedang pergi.

“Kejadian itu sangat mengejutkan, soalnya itu terjadi pada siang hari. Tanggal 31 itu kan hari Paskah, orang tua saya pergi ke gereja,” ungkap Joni kepada awak media, Senin (22/4/2024).

Joni Hendra Situmorang menjelaskan bahwa pelaku masuk dari belakang rumah dengan cara mencungkil pintu dapur, diduga langsung menuju kamar dan mencungkil pintunya.

“Yang hilang dalam kamar itu uang tunai tujuh juta rupiah (Rp7.000.000), satu cincin emas berat 1 Mayam seharga satu juta lima ratus (Rp1.500.000), satu cincin emas berat 2 Mayam dengan harga sekitar lima juta rupiah (Rp5.000.000), satu gelang emas berbentuk rantai berat 6 Mayam seharga sepuluh juta rupiah (Rp10.000.000) dan satu lagi Kalung emas berbentuk rantai seberat 10 gram dengan harga sepuluh juta rupiah (Rp10.000.000),” ucapnya menguraikan harta benda yang hilang di rumah orang tuanya.

Joni juga mengaku kepada media bahwa ayahnya, yaitu Saruddin, telah melapor ke Polsek Bilah Hilir pada hari yang sama setelah kejadian, namun hingga kini masih belum ada kejelasan, bahkan ketika pihaknya menanyakan perihal laporan kehilangan bernomor LP/B/117/III/1024/SPKT/ Polsek Bilah Hilir Polres Labuhan Batu namun pihak kepolisian tidak respon bahkan disinyalir terkesan tidak peduli.

Tahap Pengembangan

Ironisnya, belum genap 2 minggu hal yang sama kembali terjadi di rumah warga bernama Bayu Lesmana di Desa Sidomulyo, pada hari Jumat sore (12/4/2024) sekira pukul 17:30 WIB.

“Bayu Lesmana juga sudah melapor ke Polsek Bilah Hilir pada tanggal 18 April lalu. Kerugiannya mencapai satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah (Rp1.750.000),” kata Joni menjelaskan kejadian pada korban lainnya.

Berdasarkan lokasi rumah kedua korban, diduga pelaku telah mengintai dan bukan berasal dari jauh karena jarak rumah Saruddin dan Bayu Lesmana hanya kurang lebih 1,5 kilometer.

Joni Situmorang juga membeberkan bahwa aksi pencurian tidak hanya baru-baru ini saja terjadi di Kecamatan Bilah Hilir dan telah banyak warga yang mengalami hal serupa.

“Bukan sekarang ini aja, udah sering terjadi pencurian di sekitaran Kecamatan Bilah Hilir. Kami pun bingung, padahal ada Polsek Bilah Hilir selaku penegak hukum di tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Saat dilakukan konfirmasi via pesan WhatsApp kepada Kapolsek melalui Kanit Polsek Bilah Hilir, Manalu pada Senin siang (22/4/2024), tidak mendapat jawaban hingga berita ini dipublikasikan, namun penyidik memberitahu masih dalam tahap pengembangan.

Reporter : Maria Sitorus