Diskresi Ketum Golkar, Restu Airlangga ke Ijeck Pimpin Golkar Sumut

oleh -904 views
Sejumlah pengurus Golkar Sumut saat menunjukkan diskresi Ketum Golkar Airlangga Hartarto kepada Musa Rajekshah pada Musda X Partai Golkar Sumut. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Langkah Musa Rajekshah memimpin Golkar Sumut agaknya kian mantap.

Setelah sejumlah perdebatan layak tidaknya pria yang akrab disapa Ijeck melaju dalam bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut pada Musyawarah Daerah (Musda) ke X, Ketum Golkar Arilangga Hartarto mengeluarkan Diskresi.

“Kita telah resmi mengantongi surat diskresi dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto. Dan bapak Airlangga Hartanto memberikan hak istimewanya kepada Musa Rajekshah untuk maju menjadi Ketua Golkar Sumut,” kata Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Sumut, Irham Buana Nasution, Kamis (9/7).

Irham Buana menjelaskan dukungan Airlangga Hartarto ke Ijeck sejatinya sudah bersinyal sejak lama.

Bahkan sejak perencanaan Musda X DPD Golkar Sumut yang berlangsung di Hotel JW Marriot beberapa waktu lalu, yang dianulir oleh Mahkamah Partai Golkar.

“Keputusan Mahkamah Partai yang memerintahkan dilaksanakan Musda ulang itukan sinyal positif,” jelasnya.

Musda X Golkar Sumut sejatinya akan dilaksanakan 31 Juli 2020 di Jakarta.

“Kami meminta untuk digelar di Jakarta untuk menghindari konsentrasi massa yang berpotensi sangat banyak kalau digelar di Sumut,” tandasnya.

Ia menegaskan Golkar merupakan partai nasional. Diskresi Ketum menurutnya adalah sebuah mandatori yang harus dipatuhi.

Dengan kata lain, tidak mematuhi diskresi itu tentunya melawan sang Ketum.

“Jadi sangat naiff bila sebagai kader, pemilik suara yang tidak memilih Ijeck pada Musda  X Golkar Sumut tidak memberi dukungan ke Ijeck. Berarti melawan instruksi Airlangga Hartarto sebagai Ketum Partai Golkar,” ungkap Irham Buana.

Irham menegaskan, syarat untuk maju menjadi calon ketua DPD tingkat I salah satunya yakni menjadi kader minimal 5 tahun.

Syarat ini memang tidak dipenuhi oleh Ijeck meskipun jika dirunut. Namun, ia mengatakan Ijeck merupakan bagian dari keluarga besar Golkar karena aktif dalam salahsatu ormas Partai Golkar.

Kemudian paman Ijeck juga sebelumnya merupakan Ketua DPD Golkar Sumut.

“Nah, karena itulah muncul diskresi dari Ketum sehingga pak Ijeck bisa maju. Dan tentunya kita harapkan nantinya musda berjalan dengan aklamasi,” ujarnya.

Golkar Sumut Butuh Ijeck

Ketua Kosgoro 1957 Riza Fahrumi Tahir (dua dari kiri) saat memberikan keterangan pers soal diskresi Ketum Golkar ke Musa Rajekshah. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

Sementara itu, Ketua Kosgoro 1957 Riza Fahrumi Tahir meminta agar kader-kader Golkar Sumut hari ini menjaga kekompakan. Tetap solid.

Ia mengimbau tidak ada lagi mobilisasi kader agar tidak mendukung Ijeck setelah ada diskresi

“Hentikan, ini tidak baik, cara-cara tak beretika. Hal itu merupakan upaya paksa melegitimasi Ketum dalam memberi diskresi kepada orang untuk menjadi Ketua DPD Golkar Sumut,” ujar Riza. 

“Biar mereka (pemilik suara) memilih Musa Rajekshah sebagai Ketua Golkar Sumut,” tambahnya. 

Riza menerangkan, Ormas pendiri solid dalam mendukung Ijeck untuk melaju sebagai Ketua Golkar Sumut. Bahkan setelahnya.

“Ormas pendiri solid mendukung Ijeck. Kami kawal pak Ijeck memenangkan kompetisi bahkan setelahnya akan terus kita kawal dalam kepemimpinannya,” tutur Riza.

“Hentikan mobilisasi dari daerah untuk berkonflik dengan Ketua Umum,” ujar Riza kembali mengingatkan.

Menurutnya, Ketum Golkar memiliki pertimbangan mendasar dalam memberikan diskresi ke Ijeck.

Sehingga, agar tidak ada lagi perdebatan soal benar dan salah kata Riza.

“Ini soal kebutuhan partai. Ketua Umum itu butuhnya Musa Rajekshah makanya dia keluarkan diskresi. Jadi yang lain-lain itu tidak usah merasa sok penting, harus tahu diri. Golkar Sumut butuh Ijeck,” pungkasnya. 

Musda X Golkar Sumatera Utara akan digelar pada 23 Juli 2020 di Jakarta. Kepastian mengenai hal ini disampaikan Irham Buana yang didampingi beberapa petinggi Golkar Sumut lainnya seperti Hanafiah Harahap, Riza Fahrumi Tahir, Ihwan Habib Nasution dan beberapa politisi Golkar Sumut lainnya. (Diva Suwanda)