Aceh  

Diterjang Banjir, Jalan Lintas Gunung Kapur Pinto Angen Bulohseuma Centang Perenang

Diterjang Banjir, Jalan Lintas Gunung Kapur Pinto Angen Bulohseuma Centang Perenang
Tampak sebagian badan jalan Provinsi Aceh lintasan Gunung Kapur Pinto Angen hingga Bulohseuma dalam kondisi centang prenang.Kabiro Orbitdigital ASEL YUNARDI.M.IS.

ACEH SELATAN | Setelah diterjang banjir bandang beberapa tahun belakangan ini, sepanjang 9 kilometer jalan Provinsi lintasan Gunung Kapur Pinto Angen Bulohseuma Kabupaten Aceh Selatan hingga sampai hari ini dalam kondisi centang perenang.

Demikian ungkap Heru selaku warga Keude Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, kepada Orbitdigital, Jumat (20/2/2026).

Dirinya menyebutkan hampir setiap hari melintasi jalan Provinsi tersebut, namun sepanjang 9 kilometer jalan provinsi ini hanya dibiarkan begitu saja, sementara jalan tersebut merupakan jalan yang menembus Aceh Singkil, Subulussalam yang sering dilintasi mobil penumpang L 300 Aceh Singkil, Banda Aceh, dan mobil pribadi.

Namun sampai hari ini lintasan tersebut kurang perhatian dari pemerintah Provinsi Aceh setelah diterjang banjir bandang beberapa tahun belakangan ini, ucapnya dengan nada memelas agak sedih.

Jalan lintasan Provinsi ini merupakan salah satu jalan yang acap dilalui oleh warga dari Subulussalam dan Aceh Singkil menuju Aceh Selatan dan seterusnya ke Banda Aceh jarak yang ditempuh sangat dekat waktunya bila dibandingkan dengan melewati jalur lintasan gunung Singgersing.

Namun sambungnya lintasan jalan Provinsi ini karena akses jembatan masih harus dengan jalur rakit,belum adanya jembatan sama sekali,maka hanya mobil penumpang umum dan mobil pribadi yang bisa melewati jalur alternatif ini.ulasnya.

Wajar saya rasa jalan lintasan Aceh Sumatera ini untuk di bangun kembali bersama jembatannya,agar proses jarak tempuh tidak memakan waktu yang lebih lama seperti yang dilalui sekarang ini.ucapnya.

Menurutnya jalan lintasan gunung Kapur, Pinto Angen hingga Bulohseuma sering dilayangkan usulan lewat tulisan, namun sampai hari ini Alhamdulilah belum juga terealisasi.

“Kita sangat memohon kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat untuk dapat membangun jalan Provinsi yang sampai hari ini dalam kondisi kubangan kerbau bila daerah ini didera hujan lebat. Bila terik matahari badan jalan ini dalam kondisi centang perenang,” pungkasnya. * Yun