Forkopincam Panyabungan Rekomendasi : Jaringan PLN ke Sopobatu

Forkopicam, pihak PLN, dan warga saat rapat terkait jaringan listrik ke Desa Sopobatu. (Foto/Ist)

MADINA | Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Panyabungan menggelar pertemuan dengan warga pemilik lahan di Desa Sigalapang Julu terkait akses instalasi jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLN) yang akan dibangun menuju Desa Sopo Batu. Pertemuan tersebut berhasil menyepakati diantaranya akses jaringan PLN dapat melintasi lahan warga.

Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kepala Desa Sigalapang Julu. Senin (18/07/2022) dihadiri Camat Panyabungan Miswar Husein, Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi, Danramil 13 Panyabungan Kapt. Inf. T. Harahap, Kepala PT PLN (Persero) UP3 Padangsidimpuan ULP Panyabungan, PH Adv. Alkap Masri, Adv. M. Nuh, Kades Sigalapang Julu, Plt. Kades Sopobatu beserta warga.

Pertemuan yang digelar penuh kekeluargaan ini dimulai dengan pemaparan rencana PLN yang akan memasang jaringan listrik menuju Desa Sopobatu.

“Tentunya untuk mewujudkan rencana ini perlu disosialisasikan karena jaringan akan melintasi kebun warga sehingga tidak bisa dihindari dilakukan pemangkasan bahkan pemotongan pohon,” ungkapnya.

Sementara Camat Panyabungan Miswar Husein memaparkan, bagaimana pemerintah saat ini ingin membukakan akses jaringan listrik ke Desa Sopobatu, sehingga kedepan tidak adalagi desa yang tidak dialiri listrik PLN.

“tentunya kita yang hadir disini harus membuka hati kita bersama bahwa ada saudara kita yang jaraknya kurang lebih 5 Km dari inti kota belum terjamah jaringan PLN,” paparnya.

“Beberapa media pernah mengulas terkait tidak adanya jaringan PLN masuk ke Desa Sopobatu, saatnya kita membantunya apalagi PLN setelah menerima surat Bupati Madina, beberapa waktu lalu juga sudah menyanggupinya,” ungkapnya.

Sementara pemilik lahan yang hadir dalam pertemuan ini pada prinsipnya setuju akses instalasi listrik yang akan masuk ke Desa Sopobatu, namun tentunya perlu juga dipertimbangkan pohon tanaman warga yang akan ditumbang.

“jikapun tidak dengan ganti rugi, namun berupa pago – pago pun jadilah, namun tolong didata dulu jumlah pohonnya,” ungkap salah seorang warga.

Reporter : Sulaiman Nasution