Belum diketahui apa agenda Gubsu mengutus dua pejabat itu untuk bertemu dengan Dirjen Dukcapil tersebut, namun dari berita yang ada bahwa Gubsu merekomendasikan nama yang tak ikut dalam seleksi untuk duduk menjadi Calon Kadisdukcapil Sumut .
Kisruh seleksi Calon Kadisdukcapil Sumut ini diketahui ketika Gubsu Edy Rahmayadi merekomendasikan nama Yanuarlin SE, MSi (Sekretaris Disdukcapil Sumut) sebagai Calon Kadisdukcapil Sumut bersama dua nama lainnya yakni Dra Manna Wasalwa MAP (Kadis Pemuda dan Olah raga Langkat) dan Drs H Indra Halomoan Nasution MSi (Kadisdukcapil Kota Tanjung Balai) ke Mendagri Cq Ditjen Dukcapil .

Yanuarlin diketahui tidak masuk dalam seleksi jabatan sesuai dengan Pengumuman Nomor: 014/SJPTP/XI/2020 tentang hasil seleksi ujian tertulis dan penulisan makalah peserta jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera utara yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Sabrina Dalimunthe (Sekdaprovsu) terhadap Jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tidak ada nama Yanuarlin, sementara peserta yang lulus adalah; 1, Harris Topan, SH, M.Si, 2, Dra H Manna Wasalwa, M.AP, 3, Drs Indra Halomoan Nasution, M.Si, 4, Muhammad Ali Hasibuan, S.Sos.
Ketua Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) Ahmad Ridwan Dalimunthe menegaskan pihaknya melaporkan Gubsu Edy Rahmyadi ke Mendagri Tito Karnavian Cq Dirjen Dukcapil terkait rekomendasi Gubsu atas nama Yanuarlin sebagai salah satu kandidat Calon Kadisdukcapil Sumut padahal Yanuarlin tidak masuk dalam seleksi jabatan tersebut.
” Inikan aneh, tak ikut seleksi tapi kok direkomendasikan namanya. Kita menduga adanya permainan dalam seleksi jabatan di Pemprovsu ini. Kita minta Mendagri melakukan investigasi atas kasus ini dan bila perlu seleksi jabatan ini diulang dengan cara transparan dan kredibel,” kata Ridwan. (Syafii)







