Gugus Tugas Karo, Siapkan Dua Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

oleh -411 views
Kadis Kesehatan drs Irna Safira S Meliala bersama Kadis PU PR Edward P Sinulingga ST dan Kadis Perkim Paksa Tarigan ST saat meninjau lokasi penampungan pasien Covid-19 di Kabanjahe. (orbitdigitaldaily.com/Daniel Manik)

TANAHKARO – Mengantisipasi peningkatan penularan Covid-19, paska dinyatakannya seorang warga Berastagi berinisial S (59) terinfeksi dalam perjalanan ke Surabaya selama tiga minggu, Gugus Tugas Pemkab Karo memanfaatkan ruangan gedung Akademi Kebidanan Pemkab Karo menjadi ruangan Isolasi Mandiri pasien Orang Dalam Pantauan (ODP) Covid-19 dan Menyewa bekas Rumah Sakit Flora menjadi tempat Pasien Dalam Perawatan (PDP) kategori ringan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo drg Irna Sfrina S Meliala saat meninjau gedung Kampus Akbid Pemkab Karo bersama Ketua Gugus Tugas yang juga Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Senin (13/4/2020).

Menurut Irna, Pemkab Karo saat ini sudah menyiapkan dua titik lokasi alternatif memfungsikan pelayanan bagi masyarakat Karo untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Adapun kedua lokasi itu, di Gedung Akbid untuk ODP Isolasi Mandiri selama 14 hari.

Tersedia sebanyak empat ruangan, dua ruangan untuk pasien pria dan dua ruangan untuk pasien wanita berdaya daya tampung 40 pasien, dua ruangan untuk 20 pasien pria dan dua ruangan untuk 20 pasien wanita.

“Dan lokasi bekas RSU Flora Kabanjahe dijadikan untuk PDP yang bergejala ringan. Seperti mengalami demam, batuk. sedangkan jika ada gejala sesaknya pasien akan di pindahkan ke RSUD,” beber Irna

“Rencana kedepan tim Gugus Tugas sudah membuat Rencana Kebutuhan (Rembut) klasifikasi terkait penyediaan ruangan perawatan bagi Orang Dalam Pantauan (ODP), dan Pasien Dalam Perawatan (PDP). Namun demikian, pasien yang masuk dalam PDP kita Kategorikan dua tahap ringan dan berat.

“Menyikapi itulah, maka kita sudah melakukan penyewaan pemanfaatan bekas rumah sakit Flora Kabanjahe untuk difungsikan bagi pasien PDP ringan, sebelum di rawat dipindahkan ke RSUD Kabanjahe, sebagai final terakhir untuk merawat pasien PDP,” terang Irna.

Menyangkut tenaga medis, Irna menjelaskan, pihaknya, sudah membuat jadwal secara bergiliran sebanyak 19 dokter dan perawat, untuk berjaga bergantian, guna mengisi tempat di Gedung Akbid dan bekas RSU Flora jika nantinya pasien sudah ada dirawat.

“Intinya, lokasi ini sudah siap difungsikan kapan saja, jika hari ini ataupun besok ada pasien, ruangan ini sudah dapat digunakan,” pungkasnya.

Reporter: Daniel Manik