Habiskan Rp800 Juta Pasang Kamera dan Fiber Optik, Plt Kadiskominfo Labuhanbatu Dinilai Kurang Transparan

Foto : Istimewa

LABUHANBATU | Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Labuhanbatu Ahmad Fadly dinilai kurang transparan memberikan penjelasan terkait proyek lanjutan pembangunan jaringan fiber optik dan pemasangan kamera pengawas tahun 2022 senilai Rp800 juta.

Ketika ditanyakan apa merk jaringan fiber optik dan berapa panjang fiber optik yang dipasang pada proyek lanjutan pembangunan jaringan fiber optik tersebut, Kadis Kominfo menyarankan agar mengechek langsung, termasuk berapa panjang fiber optik yang sudah terpasang pada proyek dimaksud.

“Dicari aza dlu. Atau cek langsung biar mantap,” ujar Fadly yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek itu.

Ketika dikonfirmasi, Rabu (18/1/2023), Kadis Kominfo hanya menerangkan kalau merk cctv atau kamera pengawas pada proyek tersebut yakni merk SPC sebanyak 14 unit. Adapun kamera pengawas tersebut sudah terpasang di Simpang Enam Kota Rantauprapat sebanyak 6 unit, di Simpang Empat Kota Rantauprapat sebanyak 4 unit.

Kemudian, di Kantor Dinas Perizinan dan Kantor Bapenda Labuhanbatu masing-masing sudah terpasang sebanyak 2 unit kamera pengawas serta pemasangan jaringan fiber optik untuk 13 kantor organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara, jika dilihat dari sejumlah toko online di internet harga kabel serat optik bervariasi. Mulai harga Rp175 ribu per roll dengan panjang 250 meter dengan merk dan tipe FO Fiber optic Mode Outdoor Netline, hingga merk dan tipe FO Drop Wire 6core Gepeng 1000 meter seharga Rp 1.670.000.

Selain itu, kabel serat optik ada juga yang dijual per meter, seperti merk dan tipe Schneider Electric Optical Calbe Actududla04mm5 seharga Rp.30 ribu hingga Rp.93 ribu per meter dengan merk DtC Netconnect Patc Cord LC – LC SM Duplex 0237210-1. Adapun untuk kamera CCTV merk SPC 5MP Super Lite seharga Rp 388.500 untuk satuan unitnya.

Reporter : Robert Simatupang