Harga Singkong Anjlok, Petani di STM Hilir Menjerit

DELI SERDANG | Harga singkong di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, terus mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini membuat para petani di wilayah tersebut merana, karena penghasilan utama mereka tergantung dari hasil panen singkong.

Harga jual singkong saat ini hanya berkisar antara Rp500 hingga Rp600 per kilogram di tingkat petani. Padahal, sebelumnya harga dapat mencapai Rp1.300 hingga Rp1.500 per kilogram pada musim panen sebelumnya. Di tingkat pabrik, harga singkong hanya diterima sekitar Rp700 hingga Rp900 per kilogram.

Penurunan harga ini menjadi semakin menyulitkan karena dibarengi dengan kenaikan harga pupuk dan melonjaknya harga kebutuhan pokok lainnya. Para petani mengaku hanya bisa pasrah, mengingat masa tanam hingga panen singkong membutuhkan waktu hingga tujuh bulan lamanya.

“Saat ini, kami hanya bisa balik modal. Kadang malah merugi. Tapi tetap kami syukuri,” ujar Mulyono, salah satu petani singkong di Desa Tandukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kamis (16/10).

Mulyono dan petani lainnya berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, khususnya dalam menjaga kestabilan harga komoditas pertanian dan menyalurkan subsidi pupuk secara tepat sasaran.

“Kami mohon perhatian dari pemerintah provinsi, kabupaten, maupun DPRD agar bisa membantu kami, masyarakat petani singkong di STM Hilir,” tambah Mulyono.

Reporter : Bambang