HM Hanafiah: Ada Upaya Makar Doli ke Ketum Golkar Airlangga Hartarto

oleh -408 views
Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD Golkar Sumut, Hanafiah Harahap. (orbitdigitaldaily.com/HO)

MEDAN – Plt Ketua DPD Golkar Sumut, Doli Kurnia Tandjung bersama loyalisnya terus melakukan gerakan jelang Musyawarah Daerah (Musda) X.

Susunan kepanitian diketahui pun sudah terbentuk, hasil dari rapat pleno di DPD Partai Golkar Sumut 13 Juli kemarin.

Apa yang dilakukan Doli cs ini diketahui adalah blunder. Bahkan, dinyatakan sebuah pembangkangan terhadap Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

Menurut Koordinator Bidang Hukum dan HAM, HM Hanafiah Harahap yang hadir dalam rapat di gedung DPD Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim, Medan, Minggu (26/7/2020), agenda rapat panitia Musda X yang dilakukan Doli Cs saat itu adalah sebuah kesalahan.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan persiapan Musda X harus dikoordinasikan dan diberitahukan kepada Mahkamah Partai.

Harusnya, kata Hanafiah, kegiatan persiapan penyelenggaraan Musda dilaksanakan setelah mendapat penetapan dari DPP.

“Sementara sampai sekarang DPP belum menjawab surat DPD Golkar Sumut terkait hasil rapat pleno 13 Juli 2020. Maka DPD Partai Golkar Sumut tidak boleh melakukan persiapan-persiapan penyelenggaraan Musda X Golkar Sumut,” kata Hanafiah kepada orbitdigitaldaily.com, Senin (27/7/2020).

Karena itu, Hanafiah menilai keberadaan panitia Musda X Golkar Sumut produk pleno 13 Juli 2020 dan segala kegiatan yang dilakukan tidak memiliki legitimasi.

“Termasuk rapat panitia yang digelar atas arahan Doli Kurnia Minggu kemarin. Dan Sekretaris Partai Golkar, Amas Muda Siregar bersama orang-orangnya tidak bisa menjelaskan legitimasi pertemuan tersebut. Ia juga menutup rapat kemarin tanpa kesimpulan,” tuturnya.

Dengan kejadian seperti ini, kata Hanafiah, apa yang dilakukan Doli Cs adalah sebuah perlawanan secara sistematis terhadap arah kebijakan Ketum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.

“Dia (Doli) telah makar terhadap Ketum. Karena apa yang dilakukannya ini adalah sebuah perlawanan secara sistematis. Terselubung, di balik layar. Termasuk mendorong, mendesain, mendeklarasikan Balon (Ketua Golkar Sumut) tertentu,” ungkapnya.

“Dan itu tidak boleh dilakukan oleh orang sekelas Doli, yang notabene adalah Wakil Ketum. Semestinya dia bersikap netral dan mengayomi semua kader. Harusnya juga dia sejalan dengan arah kebijakan Ketum dan kemudian regulasi yang telah diputuskan partai dan makamah partai,” tambah Hanafiah lagi.

Bentuk Kepanikan

Suasana rapat panitia di Kantor DPD Golkar Sumut Jalan Wahid Hasyim, Medan, Minggu (26/7/2020) kemarin. (orbitdigitaldaily.com/HO)

Sementara itu, Ketua SOKSI Sumut, Freddy Sembiring yang hadir dalam rapat kemarin beranggapan apa yang dilakukan Doli cs adalah bentuk kepanikan mereka.

“Doli dan pengikutnya ini sudah panik, sehingga berusaha membentuk kepanitiaan yang susunannya adalah orang-orang mereka. Mereka sudah galau, jadi mereka ingin punya peranan dalam Musda,” menurut Freddy.

Padahal, sesuai putusan mahkamah partai, pelaksana atau penyelenggara panitia Musda X Golkar Sumut harus disusun dengan duduk bersama.

“Untuk menyusun penyelenggara yang diketahui mahkamah partai dan DPP, kepada tergugat dan digugat, kan gitu bahasanya. Ternyata mereka susun sendiri,” ujar Freddy.

“Kemarin juga sudah saya tawarkan itu untuk menyusun kepanitiaan, tapi ternyata mereka tidak mau. Jadi sudah betul-betul panik mereka. Dan Yasyir Ridho sendiri yang sebagai penanggungjawab dalam Musda X tidak datang kemarin. Jadi mereka ini uji coba, test case kalau saya lihat,” pungkas Freddy. (Diva Suwanda)