Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Bobby Nasution melakukan tindakan tegas dengan mencopot beberapa pejabat di lingkungan Pemko Medan. Sebab, beberapa pejabat yang dicopot itu melakukan pungutan liar (pungli) sehingga menyengsarakan masyarakat dalam hal kepengurusan administrasi kependudukan (adminduk). Padahal adminduk merupakan pelayanan dasar yang diberikan kepada masyarakat dan tidak ada dikenakan biaya apapun alias gratis.
Diungkapkan Bobby Nasution, ada 4 faktor loyal yang harus diingat dan dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh pejabat di lingkungan Pemko Medan. Pertama, ungkapnya, harus loyal kepada masyarakat sehingga apa yang telah diamanahkan dan ditanggung jawabkan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Yang kedua, imbuhnya, loyal kepada keluarga. Artinya, bukan berarti dengan jabatan yang dimiliki ini, keluarga yang harus didahulukan maupun disenangkan.
“Ketika menjalankan amanah dan tanggung jawabnya, pejabat yang baru dilantik harus memikirkan bagaimana nasib dan kelangsungan keluarga apabila mereka melakukan hal yang tidak dibenarkan hukum,” ungkapnya.
Selanjutnya, kata Bobby, loyal ketiga kepada pimpinan. Dikatakannya, hal ini sangat penting agar konsep visi misi pembangunan kota dapat berjalan dengan baik. Terakhir loyal keempat, menjalankan semua amanah dan tanggung jawab itu tentunya harus pintar, tidak hanya di atas kertas tapi juga diaplikasikan di lapangan guna membantu roda pemerintah Kota Medan.
Terkait penanganan banjir yang dilakukan Pemko Medan, ungkap Bobby, Pemko Medan telah berkolaborasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemprovsu serta Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II untuk melakukan normalisasi 3 sungai yakni Sungai Bedera, Sungai Babura dan Sungai Deli. Sebab, normalisasi sungai sangat penting dilakukan dalam mengatasi banjir.
“Ketiga sungai ini bukan kewenangan dari Pemko Medan, melainkan di bawah kewenangan Pemerintah Pusat sehingga perlu adanya kolaborasi agar penanganan masalah banjir di Kota Medan ini dapat segera teratasi,” ungkapnya seraya menambahkan Pemko Medan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan juga memiliki strategi penanganan banjir berupa normalisasi drainase di seluruh titik di Kota Medan.







