Menurut warga, rusaknya jalan dari simpang Belidaan menuju Dolok Masihul ini dikarenakan puluhan bahkan seratusan kendaraan Dump Truk pengangkut tanah galian C diduga ilegal melebihi tonase melintasi jalan itu.
Seperti yang dikatakan oleh Sahruddin Batu Bara (54) warga Dusun I Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei Rampah Sergai, yang diminta tanggapannya oleh wartawan, Senin (29/9/2022)
Menurutnya, kondisi rusaknya jalan ini sudah terjadi selama dua tahun diakibatkan karena setelah rusak akibat banjir yang terjadi satu tahun yang lalu, diperparah dengan hilir mudiknya terutama Dump Truk pembawa tanah setiap harinya.
“Ya cemanalah ya, hari itu banjir, udah itu truk truk tanah itu lewat terus . Nanti sekali lewat lima atau sepuluh truk, satu hari adalah ratusan truk tanah itu”. Kata Sahruddin.
Masih kata Sahruddin, warga sudah pernah melakukan aksi protes dengan menghadang kan bangku dijalan, namun ketika aksi dilakukan, Polisi pun datang membubarkan.
“Udah pernah kami stop, malah Polisi yang datang, membubarkan. Kami kan takut sama Polisi. Ujar Sahruddin.
Sahruddin juga menuturkan, akibat hancurnya jalan, tidak jarang pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor yang jatuh saat melintas.







