Kadis Ketapang Madina Menjawab soal Beras Bulog yang Rusak

Dinas Ketahanan Pangan Saat melakukan penjualan beras Bulog di Pasar Lama Panyabungan (Sulaiman Nasution)

MADINA l Kepala Dinas Ketahan Pangan (Ketapang) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H.Taufik Zulhendra Ritonga berikan penjelasan soal beras bulog yang berbau busuk dan tidak layak konsumsi di Madina.

Dalam penjelasannya Taufik Ritonga mengatakan, beras yang berbau dan berubah warna sehingga tidak layak konsumsi karena terkena hujan saat pengiriman dari gudang bulog ke Madina.

“Yang terkena air hujan itu tidak banyak dari 7 ton ada 1400 sak beras bulog yang kita jual di pasar lama pada senin (4/03/2024) kemarin dan hanya 0,01 persen yang rusak,”jelas taufik kepada wartawan. Jum’at (8/03/2024).

Taufik mengaku telah memanggil dan meminta keterangan pemilik angkutan dan dari informasi tersebut betul bahwa disaat pengiriman barang terjadi kebocoran pada atap penutup beras.

“Saat penjualan beras bulog di Desa gunung tua, kecamatan Panyabungan angkutanya sudah kita ganti. Alhamdulillah di kegiatan kita yang kedua ini tidak ada kendala,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Taufik Ritonga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang sempat membeli beras bulog berbau busuk dan tidak layak konsumsi.

“Atas nama pemerintah Madina kami sampaikan permohonan maaf karena kejadian tidak ada unsur kesengajaan. Kami iklas untuk membantu masyarakat ditengah melonjaknya harga beras,”ujar Taufik.

Sebelumnya Rudi Warga Panyabungan III meresa kecewa setelah membeli dua karung beras ber merek SPHP ukuran 5 kilogram yang dihargai 51.500 rupiah per karungnya di Pasar murah di Pasar Lama tidak layak konsumsi.

Rudi mengetakan dua hari setelah beras itu dibeli, ia dikejutkan dengan kualitas beras yang sudah berjamur dan mengeluarkan bau tak sedap dan menggumpal.

Reporter : Sulaiman Nasution