Kajari Minta Maaf ke Ketua PN Medan? Sutio Jumagi: Kunjungan itu Untuk Kordinasi

oleh -126 views
Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno (kanan) saat menerima kunjungan Kajari Medan Dwi Budi Utomo (tengah) dengan didampingi Kasipidum Kejari Medan, Parada. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Kepala Kejaksaan Negeri Medan Dwi Setyo Budi Utomo SH, MH dengan didampingi Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Medan Parada Situmorang melakukan kunjungan silaturahmi dengan Ketua Pengadilan Negeri Medan pekan lalu.

Mencuat pertanyaan, apakah kunjungan orang nomor satu di Kejari Medan ini hanya sebatas kunjungan yang sifatnya silaturahmi biasa.

Pasalnya, melirik ke belakangan, sebelumnya ada insiden aksi Walk Out (WO) oknum jaksa Kejari Medan saat persidangan sedang di gelar beberapa waktu lalu.

Aksi meninggalkan ruangan persidangan itu lantas memantik kritik kepada Kejari Medan yang dianggap dapat mengganggu hubungan relasi antar dua lembaga hukum itu.

Sejumlah pihak juga menganjurkan Kajari Medan untuk meminta maaf kepada majelis hakim yang saat itu menggelar persidangan maupun secara kelembagaan.

Ketua PN Medan, Sutio Jumagi Akhirno, SH. MH membenarkan kunjungan Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo SH, MH dan Kasi Pidum Parada Situmorang SH, MH ke ruangan kerjanya pekan lalu.

“Iya benar, Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo dan Kasi Pidum Parada Situmorang berkunjugan ke ruangan saya, Jumat pekan lalu. Ini kunjungan balasan atas kunjungan silaturahmi yang pernah saya lakukan ke Kejari Medan beberapa waktu lalu. Kunjungan silaturahmi dan kordinasi antar lembaga,” jawab Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno SH, MH dalam percakapan telepon seluler dengan wartawan ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (24/6/2020) kemarin.

Ketua PN Medan ini mengapresiasi atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo itu.

Pasalnya, ke depan tetap terjalin komunikasi dan kordinasi, khususnya dalam penanganan perkara di kondisi pandemic Covid-19 saat ini.

Menjawab pertanyaan pembahasan insiden aksi WO aknum jaksa yang sempat viral, Ketua PN Medan ini mengelak membahasnya.

Karena antara pihaknya PN Medan dengan Kejari Medan persoalan itu dianggap sudah selesai, karena persidangan tetap digelar dan jaksa menjalankan penetapan hakim terkait sidang secara online.

“Sudah selesai itu. Nga lah harus diperdebatkan dan bagi saya sudah clear. Yang penting ke depannya masing-masing pihak dapat menjalankan pekerjaannya sesuai ketentuan perundang-undangan dan saling kordinasi,” tutup Sutio Jumagi dalam percakapan telepon seluler saat itu.

Sementara itu, praktisi hukum Muara Karta Simatupang SH, MH memberi apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Kajari Medan ke PN Medan dalam rangka kordinasi.

Hanya saja Muara Karta meragukan maksud kunjungan itu sebatas kordinasi antar lembaga.

Ia menduga kunjungan itu sebagai bentuk penyampaian maaf atas insiden aksi WO oknum jaksa di persidangan beberapa waktu lalu.

“Ya itu Kajari Medan didampingi Kasi Pidum. dengan datang nya Kajari Medan ada dugaan juga meminta maaf kepada Ketua PN Medan. Maka itulah akhir dari karier seseorang sebagai pejabat negara. Karena dengan memohon maaf, berarti mengakui kesalahan nya,” kata Muara Karta dalam percakapan pesan whatsapp menanggapi kujungan Kajari Medan ke Ketua PN Medan, Selasa (23/6). (Diva Suwanda)