TANAHKARO – Selain masalah over kapasitas, sejumlah penyebab disebut-sebut sebagai pemicu terjadinya kerusuhan di Rutan Kelas II B Kabanjahe, yang menyebabkan Rutan tersebut terbakar.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Utara Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Sutrisman menyebutkan, kerusuhan yang terjadi di Rutan Kelas II B Kabanjahe, dipicu masalah narkoba.
“Ini masih kemungkinan, tapi kita masih akan investigasi lebih lanjut baik internal maupun eksternal, dan pihak Kepolisian. Intinya, ini ada hubungannya dengan narkoba,” ujar Sutrisman, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai melakukan pemeriksaan di dalam Rutan Kabanjahe.
Terkait kondisi 410 warga binaan yang saat ini dititipkan di Polres Tanah Karo, Sutrisman mengatakan akan segera dievakuasi malam ini juga.
“Nanti akan kita sortir lagi, ada yang kita bawa dan ada yang kita tinggal bagi mereka yang masih berurusan dengan proses peradilan, atau kasusnya belum inkrah,” lanjutnya.
Terkait kerugian yang dialami pihak Rutan, Sutrisno mengatakan masih menunggu kedatangan tim dari Jakarta.
“Yang jelas, ada beberapa bangunan yang terbakar, sebagian masih utuh masih bisa dipergunakan. Untuk ruang regristasi hampir semua terbakar. Tapi kita masih punya beckup data di pusat, karena semua sudah serba digital juga ada di pusat. Pokoknya kita tunggu tim dari Jakarta,” sebutnya menjelaskan.
Sutrisno juga menyampaikan kepada masyarakat, untuk beberapa hari kedepan pihaknya belum membuka ruang kunjungan, karena kondisinya sedemikian rupa. Mohon dimaklumi. Tapi semuanya dalam keadaan aman dan tidak ada korban.
Reporter: David Kaka