Kapolres Langkat Bantah Peristiwa Perkelahian Berujung Kematian di Paya Mabar

“Dari keterangan DS, dia mendapatkan video itu dari grup whatsapp ‘Solid Korwil Sumut’. Grup itu terdiri dari perkumpulam sopir truk di wilayah Sumatera, mulai dari Lampung hingga Aceh. Hasil dari penyelidikan, kejadian itu bukan di wilayah hukum Polres Langkat,” tandas mantan Danyon Tar TK3 Mentarsis Ditbintarlat Akpol Lemdiklat Polri itu.

Pada kesempatan yang sama, SG memberikan kesaksian, bahwa kejadian seperti pemberitaan salah satu media online tersebut tidak terjadi di PKS tempatnya bekerja. “Video yang saya dapat dari rekan saya DS, tidak terjadi di PKS Tapos ataupun di wilayah hukum Polres Langkat,” pungkas SG dengan tegas.

Diberitakan di media online, hanya karena diduga nomor antrian memasukkan buah kelapa sawit, dua orang tewas bersimbah darah dengan masing-masing luka menganga di bagian kepala. Sementara ada seorang lainnya mengalami luka di bagian pergelangan tangan kirinya.

Keributan berdarah yang menyebabkan kehilangan nyawa tersebut, menurut informasi, terjadi di salah satu pabrik brondolan kelapa sawit di Desa Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Langkat, Minggu (30/1/2022) kemarin.

Reporter: Susanto