LANGKAT | Kemarau panjang menyebabkan pohon kelapa sawit tidak banyak berbunga, sehingga hasil panen tanda buah segar (TBS) kelapa sawit juga berkurang.
Hal itu disampaikan saat diskusi di kebun Kwala Sawit bersama Manajer Makmur E.Panjaitan didampingi Askep Rayon Sei Serdang Mojokerto Nainggolan dan Askep Rayon Sei Musam Rusnarto, di Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat. Rabu (17/2.2021).
Perbincangan dengan salah satu wartawan Harian Orbit Susanto SH yang menjadi patner di Distrik Rayon Utara mempertanyakan tentang kondisi keamanan serta hasil produksi yang dicapai pada bulan Februari 2021.
Manajer Kebun Kwala Sawit Makmur E.Panjaitan mengatakan kemarau panjang mempengaruhi hasil produksi sangat menurun bahkan bunga yang ada di pohon pun tak kelihatan belum mengarah puncaknya.
Sementara Askep Sei Serdang Mojokerto Nainggolan dan Askep Sei Musam Rusnarto berupaya mengarahkan kepada pemanen agar buah mentah jangan di panen.
“Itu bisa menimbulkan kehabisan di atas pohon untuk bulan depan. Dengan harapan kedepan ini akan lebih baik hasil yang akan kita capai di lapangan, kita upayakan pekerja harus di rangkul dan berkoordinasi dengan baik,” ujarnya.
Reporter : Susanto







