Kemendukbangga/BKKBN Bersama Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Langkat Wujudkan Generasi Emas 2045

Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si, serta Kepala Dinas PPKBPPA Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, SE., MM.Akt. (Foto/Ist)

LANGKAT | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Utara bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI kembali menggelar Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Desa Wisata Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (19/5).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar, aparat desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana sebagai bentuk semangat bersama dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi unggul Indonesia.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi Br. Sitepu dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si, serta Kepala Dinas PPKBPPA Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, SE., MM.Akt.

Dalam pemaparannya, Delia Pratiwi Br. Sitepu menegaskan bahwa pembangunan keluarga berkualitas menjadi pondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, kualitas keluarga sangat erat kaitannya dengan pendidikan, kesehatan, dan kondisi ekonomi masyarakat.

“Melalui Kemendukbangga/BKKBN ini kita berbicara tentang keluarga Indonesia emas. Saat ini kualitas sangat penting, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi keluarga. Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang baik agar tumbuh optimal dan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, M.Si menyampaikan bahwa Kemendukbangga/ BKKBN kini telah bertransformasi menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kemendukbangga. Transformasi tersebut membawa misi besar untuk menciptakan Generasi Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Indonesia Emas hanya dapat tercapai apabila kita memiliki SDM yang unggul. Tanpa SDM yang berkualitas, cita-cita besar tersebut tidak akan terwujud,” jelas Mahyuzar.

Ia juga memaparkan sejumlah isu strategis kependudukan yang saat ini menjadi perhatian utama Kemendukbangga/BKKBN, di antaranya bonus demografi, tingkat fertilitas total (TFR) yang masih timpang antar daerah, tingkat kemiskinan, serta masih tingginya angka pernikahan dini.

Menurutnya, dari sekitar 280 juta penduduk Indonesia saat ini, sebanyak 65 persen merupakan kelompok usia muda dan produktif. Oleh sebab itu, kelompok usia produktif harus dipersiapkan agar benar-benar mampu menjadi motor pembangunan bangsa.

“Kemendukbangga/ BKKBN juga terus mendorong peningkatan usia pernikahan agar angka pernikahan dini dapat ditekan. Ini penting demi menciptakan keluarga yang siap secara mental, ekonomi, dan kesehatan,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas PPKB dan PPA Kabupaten Langkat, Indri Nugraheni, SE., MM.Akt menegaskan bahwa program keluarga berencana bukan sekadar berbicara mengenai kontrasepsi, melainkan tentang perencanaan kehidupan keluarga secara menyeluruh.

“KB itu bukan hanya tentang kontrasepsi, tetapi bagaimana merencanakan keluarga yang berkualitas agar anak-anak kita kelak berhasil dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai merencanakan masa depan keluarga sejak dini, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan kesiapan berumah tangga bagi anak-anak di masa depan.

“Jangan sampai anak-anak kita berumah tangga tetapi belum memiliki pekerjaan dan kesiapan hidup. Usahakan semuanya sekolah, memiliki keterampilan, bekerja, dan mampu mencukupi kehidupannya,” katanya.

Selain itu, Indri turut memperkenalkan berbagai kelompok kegiatan (Poktan) binaan BKKBN yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari Bina Keluarga Balita (BKB), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), hingga Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Melalui kegiatan fasilitasi teknis ini, Kemendukbangga/BKKBN bersama mitra kerja berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *