Lanjutnya Rifi Hamdani saat di konfirmasi awak media menuturkan, masalah AKN memang sangat banyak dan butuh waktu untuk kita selesaikan. “Waktu itu dari pemerintah tidak support anggaran sehingga terjadi kemacetan,” kata Rifi.
Rifi mengaku, sejak ia masuk ke AKN, kondisinya memang sudah sakit parah, seperti SPP mahasiswa sejak 2017 tertunggak dan lainnya.
Dulu, sambungnya, kita bersama pihak DPRK juga pernah duduk dengar pendapat. “Mereka menuding saya, seolah-olah saya yang buat masalah,” ungkapnya.
Sementara itu, Rifi mengaku SK nya sudah berakhir hingga Desember 2018 lalu. “Artinya kalau kita berpatokan pada SK, sekarang AKN dalam kekosongan Koordinator,” tutupnya.
Pada kesempatan yg sama Kresna Muti, koordinator AKN asal Payakumbuh saat dihubungi berdalih sedang ada acara kegiatan.
“Sekarang saya lagi ada ujian mahasiswa, nanti saya hubungi balek,” demikian tutur singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, hp seluler Kresna Muti belum tersambung dengan awak media. On-Rob







