Medan  

Kesawan Tidak Hanya Jadi Brand Image Saja

Walikota Medan Bobby Nasution Tinjau Kembali Warenhuis (foto/orbitdigitaldaily.com- ist)

Benny mengaku sudah bertemu dengan Tim RPIP. Dari pertemuan tersebut, tim dari Pemko Medan saat ini telah menyiapkan data-data yang telah dibutuhkan, termasuk keterangan-keterangan pendukung. “Di samping itu kita dan Tim RPIP juga telah berdiskusi poin-poin apa yang akan dilakukan secara bertahap, terutama pengerjaan tahun ini,” kata Benny.

Setelah menyiapkan data dan diskusi, kata Benny, Tim RPIP selanjutnya dalam tiga bulan (Mei-Agustus 2021) ini akan melakukan perencanaan. Kemudian, dilanjutkan dengan tender selama tiga bulan, Benny memprediksi tender akan dimulai September-November 2021 melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Sumut. “Insya Allah, penataan kawasan Kota Lama Kesawan secara fisik akan dimulai Desember 2021,” jelasnya.

Selanjutnya Benny mengungkapkan, fokus pengerjaan penataan yang akan dilakukan mulai Desember 2021 yakni penataan pedestrian, jalan, arcade, alih fungsi drainase, konservasi bangunan dan duckting (merapikan kabel). Khusus duckting, jelas Benny, Tim Pemko Medan nantinya akan berkoordinasi dan berkomunikasi lebih intensif dengan PT Telkom dan PT PLN terkait penataan kabel-kabel listrik maupun telekomunikasi yang akan dilakukan nanti di kawasan Kota Lama Kesawan.

Usai Lebaran, persisnya 25 Mei, terang Benny, Tim RPIP akan datang kembali untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bermukim di kawasan Kota Lama Kesawan di Pendopo Lapangan Merdeka Medan. Dikatakan Benny, sosialisasi dilakukan dalam rangka untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa bangunan heritage yang telah dirubah bentuknya akan kembali akan direvitalisasi dan dikonservasi ke bentuk asli.

Keseriusan Bobby Nasution mengembalikan kejayaan Kota Medan pada masa lampau dengan melakukan penataan kawasan Kota Lama Kesawan mendapat dukungan Pengamat Sosial Politik Dr Arifin Saleh Siregar SSos MSP. Sebab, tujuan dilakukannya penataan itu tidak hanya untuk mengembalikan kejayaan Kota Medan, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Intinya, apapun kegiatan yang sifatnya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, kita dukung. Namun, program yang dijalankan itu harus menggandeng stakeholder terkait agar implementasinya berjalan sukses dan lancar di lapangan,” kata Arifin.

Stakeholder yang dimaksud itu, jelas Arifin, selain masyarakat, terutama warga sekitar, pengusaha, lembaga kelompok masyarakat maupun lembaga kampus. “Insya Allah, jika tujuannya bagus, pasti semua mendukung. Yang penting, Pemko Medan harus membangun komunikasi dengan stakeholder terkait, sehingga program ini benar-benar hasil dari berbagai kajian dan kesepakatan,” tegasnya.

Dengan demikian, lanjut Arifin, program itu nantinya dapat berjalan dengan baik dan didukung penuh semua elemen serta menjadi ikon Kota Medan. Untuk itu, harapnya, Pemko Medan tidak perlu sungkan untuk membangun komunikasi tersebut. “Jangan sampai ada komunikasi yang tersumbat di antara pihak-pihak yang terkait dengan program tersebut,” harapnya.cr-03