SERGAI I Menyikapi terkait adanya berbagai pemberitaan di media online dan media sosial seperti facebook atas adanya aksi demo yang dilakukan oleh ormas Islam di Kantor Bupati Sergai dan Polres Sergai beberapa waktu lalu.
Dimana aksi itu disebabkan adanya isu seorang advokat yang diberitakan telah membuat statement dengan menyatakan melarang Bupati untuk melibatkan ulama dalam berbagai kegiatan kecuali kegiatan agama.
Soal statement tersebut, yang sampai saat ini terus bergulir dan menjadi polemik dan kegaduhan.
Oleh karenanya, Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Sergai, M. Isya Lubis, S.H pada Sabtu (12/3) turut memberikan tanggapan dan saran berupa pencerahan dan pemahaman secara objektif.
Menurutnya, berdasarkan fakta yang terjadi dirinya menyampaikan bahwa kita harus melihat dengan jelas apa yang menjadi dasar munculnya isu-isu seolah-olah ada masyarakat yang menghina ulama, rupanya isu ini muncul berawal dari Pansel Dewan Pendidikan yang dibentuk oleh Bupati Sergai meluluskan dan mengumumkan nama-nama yang berhak menjadi dewan pendidikan Sergai periode 2022-2027.
“Dimana ditemukan fakta bahwa dari 11 nama yang diluluskan tersebut ada dua org yang melanggar persyaratan diantaranya terdapat mantan narapidana dan peserta yang usia nya belum cukup 30 tahun pada saa pendaftaran,”ujarnya.
Lanjut M. Isya, atas dasar pengumuman tersebutlah muncul gejolak karena ada peserta lain yang memprotes dengan mengkritik keputusan Pansel tersebut, nah kritikan tersebutlah yang juga dijadikan sebagai pemicu karena dinilai ketidak profesionalan pansel yang tidak bisa memposisikan dirinya sebagai pansel yang sudah dibentuk oleh Bupati Sergai.
“Tentunya tugas dan jabatan sebagai pansel ini harus dijalankan sesuai amanah dan peraturan lainnya agar tetap berjalan di real nya, dan secara kebetulan dari 5 org anggota pansel tersebut ada yang berstatus sebagai pengurus MUI atau dianggap seorang ulama, sehingga akhirnya pansel ini tidak siap untuk dikritik atau disalahkan, bahwa adapun postingan FB dari akun bang Yuka yang memposting kalimat “Tim pansel dewan pendidikan gayanya macem nabi kelakuannya macem babi” paparnya.







