KPH Bungkam Soal Analisis Kawasan Hutan, Kadis LHK Sumut: Saya akan Turun

Kantor UPTD KPH Wilayah l Stabat, Jl Imam Bonjol, Stabat, Langkat

LANGKAT | Dalam situasi yang tengah ramai menjadi perhatian publik terkait bangunan dua kolam renang dilahan yang disinyalir masuk kawasan hutan produksi tetap (HPT). Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Yuliani Siregar, berang.

Yuliani mengatakan, KPH perpajang tangan didaerah makanya sudah diperintahkan untuk melakukan pengecekan kelapangan, gimana kebenarannya.

“Bukan saya melepar tanggungjawab, itu tanggungjawab mereka sebagai KPH disana untuk tindak lajuti pengaduan masyarakat. Kalau mereka tidak sanggup saya turun,” kata Yuliani ketika di konfirmasi wartawan melalui selulernya pada, Selasa (8/7/2025).

Diberitakan sebelumnya. Bangunan dua kolam renang disinyalir masuk kawasan hutan produksi tetap (HPT) dilokasi sebelum objek Wisata Batu Katak, tepatnya di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Analisis dari unit pelaksana teknis KPH Wilayah l Stabat dinilai hanya omon-
omon.

Bagaimana tidak, otoritas kehutanan di Langkat, yakni, Kepala unit pelaksana teknis KPH Wilayah l Stabat, Elvin Stungkir, tampak tak bargeming menindaklajuti hal yang di intruksikan, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, Yuliani Siregar.

Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi Orbit Digital pada, Senin (7/7/2025) sore. Kepala KPH Wilayah l Stabat, Elvin Stungkir memilih bungkam, meski berulang kali wartawan mengirimkan chat pesan konfirmasi terkait tindak lanjut analisis dari KPH untuk keseimbangan berita.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga sekitar, bangunan dua kolam di atas bukit disebut-sebut akan di bangun vila milik Bupati Langkat H Syah Afandin SH. Saat awak media meninjau lokasi areal, beberapa pohon pinus terlihat tumbang dan tertimbun tanah.

“Setau kami, lokasi itu punya pak Bupati Langkat. Biasanya juga digunakan untuk Jambore atau kegaiatan lainnya. Yang kami dengar, mau dibuat vila di situ. Sudah ada pun 2 kolam renangnya,” kata warga sekitar, Minggu (22/6) siang. (Tim/OD-20)