MEDAN | Suasana di pusat pusat perdagangan di Medan pada libur Imlek 2026, Selasa (17/02/2026) terlihat lebih lengang dari hari hari biasa. Banyaknya pertokoan tutup membuat arus lalulintas menjadi lebih leluasa dan lancer.
Apa lagi tibanya Imlek yang merupakan Tahun Baru bagi warga Tionghoa sejak beberapa tahun lalu dijadikan sebagai hari libur umum secara resmi oleh Pemerintah RI, sehingga secara otomatis semua kalangan baik instansi pemerintah maupun swasta ikut libur.
Ditambah lagi sejak Senin sehari sebelumnya diberlakukan cuti bersama, membuat banyak masyarakat memanfaatkan berlibur panjang yang umumnya dilakukan sejak hari Sabtu dua hari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di beberapa lokasi yang biasannya dijadikan sebagai pusat perniagaan di Kota Medan, baik itu pusat perbelanjaan tradisional maupun pertokoan yang dikenal selama ini tak kenal lelah sebagai arena berbisnis, pada libur Imlek ini menjadi sepi bahkan bisa disebut stagnan dari perdagangan.
Seperti di pusat perbelanjaan Sukaramai Mega Mas Medan, di sepanjang Jalan AR Hakim hanya terlihat tumpukan sampah yang belum diangkut oleh petugas. Padahal pada hari hari biasanya aktivitas belanja di lokasi tersebut tak pernah sepi sejak pagi hingga siang hari.
Demikian juga di seputaran Pasar Ramai Jalan Asia simpang Thamrin Medan. Di lokasi ini biasanya setiap hari tak pernah henti pergerakan masyarakat berjual beli, apalagi pusat perbelanjaan tradisional tersebut bersebelahan dengan Thamrin Plaza, merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern dan bergengsi di Medan.
Pertokoan Tutup
Tidak hanya kawasan pusat perdagangan tradisional yang dinilai mengalami stagnan dalam perniagaan, sejumlah kawasan di Medan yang selama ini dikenal sebagai lokasi perdagangan berbagai jenis produk juga sepi.
Sepinya kawasan perdagangan tersebut karena pertokoan yang ada tutup. Para pelaku usaha menutup tokonya karena libur Imlek dengan memanfaatkan libur penjang yang ditambah dengan cuti bersama diberlakukan oleh pemerintah.
Seperti di ruas Jalan Asia, Asia Mega Mas yang banyak menjual berbagai peralatan elektronik seperti televisi, mesin cuci dan lain lain berhubungan dengan perlengkapan sound/home theatre.
Di Jalan Surakarta, Jalan Bandung dan sekitarnya yang biasanya setiap hari ramai dengan perdagangan peralatan mobil, pada libur Imlek kali ini terlihat pada tutup. di kawasan tersebut minim aktivitas perdagangan.
Mimi yang terlihat membuka usahanya berupa aneka makanan ringan dan minuman di seputaran itu mengatakan, hal biasa jika hari libur terutama Imlek setiap tahun selalu sepi.
“Kalau hari minggu aktivitas perdagangan berjalan normal mulai pagi hingga pukul 15.00 WIB, tetapi saat libur Imlek setiap tahun hampir semua tutup, kecuali toko tertentu yang menjual kebutuhan sehari hari, itupun cuma setengah hari,” kata Mimi.
Mulai siang hari terlihat masing masing di depan toko terdapat mobil parkir, itu pertanda mereka beraktivitas menerima kunjungan keluarga, terutama bagi yang tinggal di ruko yang dijadikan tempat usaha.
Menurut beberapa tukang parkir, mereka melakukan silaturahmi antar pedagang maupun keluarga merayakan Tahun Baru Imlek.
Karyadi Bakat







