LANGKAT | Pemadaman listrik yang terjadi saat digelarnya paripurna DPRD Langkat tentang pembacaan keputusan rekomendasi LKPJ Bupati Langkat tahun 2024. PLN ULP Stabat menjadi evaluasi dan perbaikan kita kedepan.
“Menjadi evaluasi perbaikan kita kedepan, dan mohon maaf atas ketidaknyamanan nya,” ujar Manager PLN ULP Stabat Maulana Harahap, di keterangan tertulisnya kepada orbitdigitaldaily.com, Kamis (17/4/2025).
Dia mengungkapkan, kita akan melakukan pemeliharaan jaringan gabungan pada minggu depan.
“Untuk memastikan kembali potensi-potensi gangguan yang dapat menyebabkan listrik padam khususnya pada pusat pemerintahan Kota Stabat,” ujarnya.
Di beritakan sebelumnya, Rapat paripurna DPRD yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kabupaten Langkat, pada Rabu (16/4/2025), sekira Pukul 16.00 WIB, dikejutkan dengan listrik.
Paripurna yang dihadiri Bupati Langkat Syah Afandin, dan Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, seluruh fraksi DPRD serta seluruh organisasi perangkat daerah, dalam rangka perubahan program pembentukan praturan daerah Kabupaten Langkat.
Pantauan wartawan di ruang rapat DPRD Langkat, peristiwa mati listrik itu terjadi saat pembacaan doa yang dibawa salah seorang dari Kemenag Langkat.
Ditengah pembacaan doa seluruh ruangan rapat mendadak menjadi gelap, karena mati listrik.
Rapat paripurna yang memberikan informasi kepada publik soal penggunaan anggaran dan pencapaian program pembangunan itupun terkesan tidak dengan persiapan dan dukungan prasarana memadai.
Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Langkat Basrah Pardomuan menyesalkan ada nya listrik padam hingga dua kali, walau tidak lama. Dia mengaku sudah memberitahukan kepada PLN untuk tidak ada pemadaman dalam rapat.
“Kita sudah memberitahu dan menyurati pihak PLN agar listrik tidak padam saat rapat berlangsung,” imbuhnya.
Disinggung soal keberadaan Generator set (Genset) yang ada di kantor DPRD sekretaris dewan itu tidak menjawab. (OD/20)







