“Jadikan perbedaan dan kemajemukan yang ada di Indonesia itu sebagai sumber kekuatan kita untuk membangun dan memajukan negara kesatuan republik Indonesia,” katanya.
Pada kegiatan yang mengambil tema ‘Kerukunan Antar Umat Beragama Memperkuat NKRI’ yang dihadiri para tokoh agama dari Islam dan Kristen ini, Gus Yaqut juga menyatakan, toleransi dan kerukunan antar umat beragama harus terus dijaga.
Dialog-dialog antar tokoh agama, harus terus diintensifkan agar tercipta saling pengertian dan saling menghormati antar umat beragama.
“Bila kita semua sesama anak bangsa, umat beragama apapun agamanya, tetap menjaga kerukunan, ketentraman dan kedamaian ini, serta memiliki kemauan dan niat yang sama menjaga kesatuan dan toleransi, maka negara ini akan baik-baik saja,” kata Gus Yaqut.
Semua pihak, lanjutnya, tidak perlu lagi mempermasalahkan adanya perbedaan suku, agama, ras dan golongan di Indonesia, karena perbedaan itu memang sengaja diciptakan Tuhan agar semuanya berlomba berbuat kebaikan bagi dirinya sendiri, keluarga, bangsa dan agama yang masing-masing dianut.
Saat ini, jelas Gus Yaqut, yang perlu dilakukan adalah penguatan moderasi beragama, yang salah satu penekanannya adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.







