MEDAN | Seorang nenek di Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan Sumatera Utara dikabarkan hanya makan sayur bayam setiap hari demi bertahan hidup.
Nenek Asni (85) warga Jalan Suasa, Kelurahan Mabar Hilir itu terpaksa makan bayam yang tumbuh liar disekitaran rumahnya lantaran himpitan ekonomi dan tantangan hidup makin komplit.
Kisah piluh itu disampaikan nenek Asni saat dikunjungi tim dermawan mendatangi rumahnya membawa bantuan ala kadarnya untuk sekedar meringankan beban hidupnya.
Sembari bercucuran air mata, nenek Asni bercerita kisah hari senjanya tak memiliki tabungan hari tua, bahkan sulitnya mencari lowongan pekerjaan.
Terpaksa untuk sekedar bertahan hidup, nenek Asni memetik sayur bayam dan merebusnya untuk ganjal perut kosong tanpa lauk lainnya.
Selain himpitan ekonomi dan hidup tak layak, nenek Asni pun belum mendapat bantuan pemerintah. Bahkan, nenek Asni berharap uluran tangan para dermawan untuk meringankan hidupnya bersama cucunya yang mengalami kebutuhan khusus.
Meski demikian, nenek Asni masih yakin uluran bantuan dermawan tidak bertele-tele dan tulus ketimbang bantuan pemerintah banyak syarat ketentuan seperti melawan tembok raksasa.
Abdul Meliala, dermawan yang mendatangi nenek Asni, mengatakan kisah nek Asni menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial dan sentuhan kasih sayang.
Katanya, kondisi kesehatan nenek Asni rentan resiko penyakit akibat mulai penurunan fungsi tubuh.
”Semoga cerita ini dapat menggugah hati para dermawan dapat meringankan beban hidup Nek Asni dan cucunya,” kata Abdul kepada wartawan harian orbit, Senin (2/6/2025).
(OM – 009)







