Aceh  

Padi Lokal tak Terserap Optimal di Bulog, DPRK: Pemkab Abdya Harus Turun Tangan

Sekretaris Komisi II Dewan perwakilan rakyat Kabupeten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Rahmat Irfan, Rabu (15/4/2026).

ABDYA | Untuk menjaga stabilitas harga gabah petani dan mendukung pengusaha penggilingan pabrik padi lokal di wilayah itu, Pemerintah Kabupaten Abdya harus ikut andil agar program ketahanan pangan setempat bisa terjaga.

Terkait hal itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kabupeten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Rahmat Irfan meminta kepada Asisten yang membidangi Perekonomian dan Pembangunan di Setdakab untuk menjalin komunikasi dan mencari solusi dengan pihak Perum Bulog tentang permasalahan
hasil gilingan beras dari kilang padi lokal, mengapa tidak terserap optimal di Bulog.

“Persoalan ada protes para pengusaha kilang padi ke Perum Bolog tersebut pihak pemkab harus segera turuntangan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)

Menurutnya, dari DPRK selaku pengawasan tetap melakukan pengawalan terhadap kinerja Perum Bulog terutama terkait pengelolaan stok, kualitas beras, dan distribusi pangan; kata Politisi Partai berlambang Ka’bah (PPP) tersebut.

Dia juga mempertanyakan tentang bermitranya Perum Bulog Blangpidie dengan pihak kilang padi di luar Abdya, sedangkan gabah hasil panen petani yang dibeli pengusaha pabrik lokal gilingan berasnya berkualitas baik kini terlihat menumpuk di gudang, demikian singkatnya. (Nazli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *