DELISERDANG | Warga Dusun II dan III Desa Paya Geli, mengumpulkan donasi secara sukarela untuk membuat dan menggali saluran drainase yang terletak tepat di sisi kanan simpang Jalan Tanjung Balai di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Hal itu diketahui dari isi pesan grup whatsapp yang bernama Masyarakat Paya Geli, Kamis (26/2/2026).
Arbi salah seorang warga yang berinisiatif, mengajak warga yang lainnya untuk mau berdonasi seikhlasnya untuk mengorek saluran drainase yang sudah tidak ada. Hal itu dilakukan agar air limbah rumah tangga tidak lagi mengalir dan menggenangi badan Jalan Tanjung Balai.
“gimana kalau kita korek tuh paritnya. kita upahin orang ntuk korek parit. kira2 berapa biayanya ya ? karna kalau dibiarkan tergenang dijalan gitu terus²an bakalan rusak lagi tuh aspalnya, info upah/gaji pekerja korek parit ya, dananya ntar kita galang dana aja”jelas Arbi dalam grup whatsapp tersebut.
Arbi saat diwawancarai Orbit Digital, mengatakan bahwa drainase di simpang Jalan Tanjung Balai hingga ke dalam kawasan tersebut sudah lama tidak pernah dikorek dan tersentuh perbaikan oleh pemerintah setempat. Akibatnya kondisi drainase terutama di sisi kanan simpang Jalan Tanjung Balai saat ini sudah tertutup tanah dan rata dengan badan jalan.
Menurutnya Pemkab Deli Serdang sangat lamban merespon permintaan warga agar saluran drainase di Simpang Jalan Tanjung Balai dikorek agar kembali berfungsi.
“Kami sudah lama berharap kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang agar drainase di Jalan Tanjung Balai ini segera di korek dan diatur kembali, tetapi hingga saat ini tidak ada juga pengerjaannya. Jadi kami warga berinisiatif mengumpulkan donasi sekitar Rp1,8 juta untuk upah mengorek saluran drainasenya. Alhamdulillah dana sudah terkumpul sekitar Rp300 ribuan,” ungkap Arbi.
Sementara itu, pantauan Orbit Digital di lapangan, Kamis (26/2/2026), terlihat kondisi drainase dari sisi sebelah kanan simpang Jalan Tanjung Balai memang sudah rata dengan badan jalan.
Alhasil kondisi itu membuat air limbah buangan dari rumah tangga yang berada di sekitar jalan tersebut meluap menggenangi badan Jalan Tanjung Balai yang baru saja diaspal.
Selain tidak elok dipandang dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan, badan jalan yang baru saja mulus diaspal tersebut dikhawatirkan bakal cepat rusak lantaran terus menerus dibiarkan tergenang air limbah. (OM-10)







