Sementara Hermansyah mengucapkan terimakasih atas terjalinnya kerjasama ini.
Program matching fund adalah program pendanaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Merupakan program penguatan kolaborasi antara insan perguruan tinggi dengan dunia usaha dunia industri (DUDI).
Untuk itu pihaknya mengharapkan program ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang erat dan terakselerasi, antara kampus dengan dunia usaha dunia industri.
Guna tercapainya konektivitas pengembangan ilmu teknologi di perguruan tinggi dengan industri yang ada.
Sementara Kedai Reka, kata Hermansyah dirancang sebagai sebuah ekosistem yang memberi ruang bagi dosen bertemu dengan pelaku industri.
Berbincang layaknya sedang berada di sebuah kedai lalu membentuk kolaborasi yang melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif.
“Kami akan banyak berharap sumbangsi pemikiran, ide dan gagasan agar harapan yang tertuang dalam kerjasama tersebut tercapai,” katanya.
“Sehingga Pemkab Langkat maupun USU bisa mengambil manfaat atas dilakukannya kerjasama dalam program Magic fund,” tambahnya.
Sembari berharap kerjasama ini menjadi penguat hubungan yang baik antara Pemkab Langkat dengan USU dalam memberikan kemajuan bagi daerah.
Turut hadir Analis Kebijakan Ahli Utama (AKAU) dr H Indra Salahudin MKes MM, Plt Kadis Kesehatan dr Juliana MM, Sekertaris Bapeda Dr Taufik serta Kepala Puskesmas Se Langkat dan perwakilan OPD.
Sementara dari pihak USU hadir Dra. Syahrifah MS (Ketua Tim), anggota tim Dr Junita SE MKN, Drs Tukiman MKN dan Dr Rahayu Lubis MKes PhD.
Reporter : Susanto







