MEDAN | Memasuki hari ke tujuh acara Jong Batak Art Festival ke -12 menampilkan pertunjukan sejumlah seniman berupa teater dan tarian dari berbagai daerah. Sementara performa Band Fayo Reggae berhasil sihir penonton ikut bergoyang.
Suasana malam itu di Taman Budaya Medan Jalan Perintis Kemerdekaan Medan menjadi pecah dengan keceriaan.
Dari pantauan acara yang berlangsung terlihat antusias pengunjung untuk menikmati hiburan kesenian yang digelar. Seperti tarian tradisional yang dikombinasi dengan musik modern oleh komunitas kesenian tari dari berbagai daerah, Sabtu (25/10/2025) malam
Seperti dari Kota Sibolga, Sanggar Tari CDC di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sibolga membawakan Tarian Pamukek Tapi.
Dari kota Medan sendiri menampilkan Sanggar Tari Nusindo membawakan Tarian Ulaon Mangula. Sedangkan dari Provinsi Jawa Timur Kota Surabaya menampilkan Tarian Greget Pasar Turi dari Sanggar Tari TYDIF Studio Surabaya.
Pimpinan tarian dari TYDIF Surabaya Diastryani mengatakan, menampilkan Tari Greget Pasar Turi. Tarian tersebut mereka dekatkan dengan tema food yang ada di Jong Batak Art Festival.
“Jadi yang kami bawa ini bagaimana bentuk yang berbicara tentang nuansa kehidupan pasar di Kota Surabaya. Dengan pasar khas tradisionalnya, karena terdapat banyak kuliner khas Surabaya,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, karena Jong Batak Festival ini mengumpulkan kolaborasi berbagai pemuda di Indonesia, mereka juga membawa pemuda dari Surabaya dengan harapan bisa bersinergi dan mengaspresiasi dalam budayanya sendiri, terangnya.
Sanggar Tari TYDIF Studio Surabaya berjumlah tujuh orang yang merupakan penari dua official dan satu owner.
Suasana Pecah
Suasana menjadi pecah usai pertunjukan tarian, acara dilanjutkan dengan penampilan musik Band Fayo Reggae yang membawakan 6 judul lagu. Membuat para pengunjung maupun panitia ikut bergoyang dan bernyanyi.
OK Sulaiman atau disapa sulek vokalis fayo reggae mengatakan, senang sekali, terlibat dalam jong Batak art festival ke 12. Bagaimanapun juga band Fayo merupakan bagian dari taman budaya dan serasa balek ke kampung saja,” ungkapnya
Sulek juga berpesan ke generasi muda agar selalu menjaga tradisi budaya di Indonesia.
“Kenali budayamu, cintai negaramu dan nikmati hidupmu, penampilan band fayo dikasih durasi selama 50 menit yang membawakan 6 buah lagu,” tutupnya
Perlu diketahui Jong Batak Art Festival berlangsung selama 11 hari, tanggal 18 hingga 28 Agustus 2025.
(OM/011)







