Medan  

Penanaman Pohon di Pulau Jalan Langgar Prinsip Penataan Kota dan Standar Arsitektural Lansekap

MEDAN – Penanaman pohon di pulau jalan di Kota Medan dinilai melanggar Prinsip Penataan Kota dan Standar Arsitektural Lansekap.

Demikian disampaikan pengamat Tata Ruang Kota Ir Yudo Saputro kepada Orbitdigitaldaily.com, Kamis (17/10/2019) di Medan.

Yudo menjelaskan tidak ditemukan literatur   manapun baik Lansekap Eropa, Lansekap Amerika dan Lansekap Jepang yang menanam pohon di pulau jalan.

” Jika pohon di tanam di pulau jalan akan mengganggu pengguna jalan khususnya pandangan pengguna jalan sehingga bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Semestinya pohon di tanam di sisi kiri dan kanan bahu jalan,” kata Yudo.

Pohon sebaiknya ditanam sebut Yudo di jalur hijau, kanan dan kiri bahu jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan.

Oleh karena itu Pemko Medan dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Pertamanan ( DKP) memikirkan upaya ketersediaan lahan yang mencakup tiga unsur standar yakni jalur hijau, trotoar atau pedestrian pejalan kaki dan drainase. ” Tiga komponen merupakan standar Internasional Lansekap Perkotaan,” kata Alumni Tehnik Arsitektur Lansekap Universitas Panca Budi (UNPAB) Medan ini.

Yudo mengungkapkan hal ini pernah disampaikan ke Abdillah yang ketika itu sebagai Walikota Medan namun tidak pernah direspon. ” Contoh di Jalan Halat,  Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Pemuda akar pohon merusak badan jalan sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Yudo juga mengungkapkan keberadaan reklame yang selama ini merusak estetika kota karena keberadaanya berada di tiga unsur tadi, sehingga mengganggu pengguna jalan.

” Makanya kita meminta agar keberadaan  pohon di pulau jalan harus ditiadakan,” kata Yudo lagi.cr-03