Medan  

Pengembang Perumahan RP Diduga Penyebab Banjir Ringroad Medan

Jalan Ngumban Surbakti depan Royal Park Residence digenangi banjir. (Foto/ Tonijer Hutagalung).

Di usia senjanya, Paulus Tarigan telah menetap tinggal sejak tahun 1996 lalu, mengaku tidak berharap banyak lagi dan merasa pesimis  persoalan banjir dapat dicegah cepat jika syarat mendirikan bangunan belum mengkaji dampak pembangunan itu sendiri.

“Kita pun tak tahu adanya pembangunan perumahan ini. Soalnya pihak kelurahan dan kecamatan tak pernah datang kemari untuk mengundang masyarakat. Bagaimana tidak banjir terus gorong gorong pun mereka tutup. Terlalu maju pun nanti kita bahaya juga jadinya apalagi sudah pengalaman kita soal yang begituan dan rata rata kalau sudah duduk banyak lupa janjinya,”sebut Paulus Tarigan.

Rea Simbolon(50) menyebut sebelum adanya  penimbunan lahan komplek perumahan kondisi banjir masih biasa dan tidak seperti sekarang debit air mencapai hampir 2 meter sehingga harus mengungsi ke tempat keluarga.

“Saluran gorong gorong pembuangan ke jalan besar sudah sumbat. Apalagi ketinggian lantai perumahan jauh lebih tinggi ketimbang lantai rumah warga, makanya airnya tak bergerak. Jadi mau tak mau kami tetap korban pembangunan perumahan,”kata Rea.

Untuk itu, sambung Rea meminta Walikota Medan Boby Nasution memperhatikan kinerja bawahannya lebih tegas dan peka terhadap keluhan warganya.

“Parahnya banjir setelah pembangunan perumahan dan masalah ini sudah dilaporkan tapi belum tindakan pihak kelurahan dan kecamatan. Kita pun bingung sikap mereka kurang respon dan belum ada tindakan tegas terkait keluhan kami. Tolonglah kami pak Boby Nasution, kemanalah kami mengungsi kalau banjir datang tengah malam?,”ungkapnya.