Proyek Bendungan Senilai Rp3,1 M di Sergai Diduga Asal Jadi

Bangunan bendungan yang dibangun dengan nilai Rp3,1 milyar pada tahun 2021 di Dusun 1 Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai. (Foto/Ist)

SERGAI – Proyek pembangunan bendungan berlokasi di Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, bendungan yang direncanakan untuk menahan air laut ke areal persawahan senilai Rp3,1 miliar itu diduga sudah mulai retak sehingga bangunan bendungan diragukan kekuatannya dan tidak akan bertahan lama.

Akibatnya, para petani dari Desa Pematang Kuala dan Desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai yang sempat menaruh harapan besar untuk bisa mananam padi, kini sirna kembali.

Pasalnya meski baru selesai dikerjakan pada tahun 2021 di Dusun 1 Desa Pematang Kuala itu, saat ini kondisinya sudah Terlihat banyak yang retak-retak, disana sini dan hanya dilakukan pendempulan dengan semen.

Seperti yang disampaikan salah seorang pengurus kelompok tani Maju Butar-butar kepada wartawan orbit digital daily melalui telepon seluler nya, Rabu malam (20/4/2022).

Menurutnya, pembangunan bendungan ini seharusnya bisa bermanfaat, jika dikerjakan secara maksimal, sehingga dapat menghadang air laut untuk tidak masuk ke areal persawahan penduduk yang sebelumnya sempat ditanami kelapa sawit.

“Sebenarnya bermanfaat, tapi karena pengerjaannya semerawut, jadi pecahlah tanggulnya dan balek air nya seperti yang dulu,” kata Butar Butar.

Lebih lanjut Butar Butar mengatakan bahwa ada beberapa hal yang membuat pembangunan bendungan itu jadi tidak bermanfaat.

Pertama, benteng dam terlalu rendah dibandingkan dengan air pasang laut, akibatnya air asin bisa lewat bila pasang air berada di puncaknya.

Kedua tanggul kurang lebar, akibatnya dari kanan kiri kemungkinan air pasang juga bisa masuk.