MEDAN | Pembangunan sejumlah fasilitas di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara menarik perhatian masyarakat khususnya kalangan pergerakan mahasiswa.
Achmad Chalil Gibran selaku Ketua Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI SUMUT) menyebut, jika benar pembangunan fasilitas di gedung DPRD Sumut terkesan asal jadi maka aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas tanpa tebang pilih.
“Sangat disayangkan fasilitas gedung semegah itu sudah hancur. Salah satu contoh kecilnya yaitu taman gedung. Padahal baru saja dikerjakan tetapi sudah rusak. Belum lagi fasilitas toilet sangat memprihatinkan,” ungkap Gibran.
Menurutnya, kucuran dana merawat fasilitas tersebut cukup fantastis namun sangat tidak etis jika melihat hasilnya sungguh mengkhawatirkan.
Seharusnya gedung semegah itu menjadi tempat nyaman bagi anggota dewan melaksanakan tugas kepentingan rakyat bukan malah sebaliknya seperti tempat bermain anak anak.
“Gedung wakil rakyat yang seharusnya tempat paling sejuk, fasilitas baru dibangun tetapi sudah rusak pula,” sebut Gibran.
Fasilitas umum seperti toilet juga tidak terawat dan sangat membahayakan para tamu, begitu juga dengan plafon yang sudah bolong dan nyaris ambruk.
“Fasilitas toilet diduga asal jadi dan sangat membahayakan pengunjung. Plafon nyaris ambruk”tutup Gibran.
Sebelum nya, Sekretaris DPRD Sumatera Utara Dr. Zulkifli, MM ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.
Namun Kapala Bagian Umum Muhammad Ikhsan, S.STP memberikan jawaban pada hari Kamis 26 September 2024 bahwanya beliau sedang diklat di luar kota dan menjanjikan untuk memberi jawaban pada hari Senin 30 September 2024.
Namun ketika hendak dikonfirmasi kembali pada Senin 30 September 2024 beliau menelpon kembali memberitahukan bahwasanya kembali mendadak berangkat keluar kota dan belum bisa memberikan jawaban mengenai soal pembangunan tersebut hingga berita ini dibuat.
Reporter : Riza Panjaitan







