Rakyat Menyerah, Bendera Putih Berjejer di Sepanjang Lintas Banda Aceh – Tamiang

Bendera putih terpasang didepan rumah warga korban banjir di desa Blang Me Aceh Timur. Minggu (14/12/2025) Orbitdigital/Iwan gunadi

ACEH TIMUR| Bendera putih  berkibar di beberapa titik jalan di Aceh sebagai tanda darurat. Terkait lambatnya Pemerintah Pusat menangani bencana Sumatera dan kini berdampak pada situasi yang kian sulit dihadapi masyarakat, Senin (15/12/2025).

Di sepanjang Jalan Lintas Aceh Tamiang hingga Aceh Timur  jejeran bendera berwarna putih terlihat berkibar, pada Minggu (14/12). Bendera dengan berbagai ukuran tersebut dipasang dengan jarak lima hingga sepuluh meter.

Dari pantauan di lokasi, bendera putih tersebut sudah dipasangi sejak 3 hari belakangan di sepanjang jalan lintas Banda Aceh, terang beberapa warga di Desa Blangme Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.

“Saya tidak tau… yang pasang orang lewat,” kata Zulham  warga Blangme Aceh Timur.

Namun warga lainnya mengatakan bendera putih dipasang warga sebagai tanda rakyat pasrah   dan memohon bantuan.

“Bendera putih sebagai tanda bahwa masyarakat menyerah, warga yang menjadi korban banjir tidak mampu lagi dan berharap bantuan pemerintah,” terang Sulaiman warga Desa Seuneubok, Aceh Timur.

Bendera putih terlihat di salah satu posko pengungsian Desa Seuneubok Aceh Timur. Monggu (14/12/2025) Orbitdigital/Iwan gunadi

Perlu diketahui  Bendera putih mengartikan sebuah simbol universal, seperti menyerah dan niat berunding serta meminta perlindungan.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian wilayah  kabupaten di Provinsi Aceh tersegut
warga menilai terkait penanganan bencana banjir lumpur di Aceh sangat lambat. Warga juga berharap bencana yang terjadi ditetapkan sebagai bencana Nasional. (OM/011)