Rehab SMPN 2 Pegajahan Diduga Gunakan Bahan Tidak Sesuai Standard

Kemudian, CV Athalia Sinergi pengerjaan ruang kelas senilai Rp 254.700.000 dan ruang guru Rp 270.040.000. Sedangkan CV Titian Berkah pengerjaan laboratorium IPA senilai Rp 271.860.000. Dengan total anggaran sebesar Rp1.369.920.000.

Hasil pantauan lainnya juga ditemukan bangunan rehabilitasi gedung tersebut juga diduga memakai rangka baja ringan bekas.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Pegajahan Suriadi ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (18/7/2022) di kantor nya mengaku tidak mengetahui mengenai bahan-bahan yang digunakan, karena telah diserahkan kepada pihak ketiga yaitu perusahaan yang menjadi pemenang tender.

“Kami hanya penerima manfaat, tidak tahu bagaimana pembangunannya, termasuk pengadaan mobilernya juga kami tidak tahu, “ucap Suriadi

Menurutnya, ia hanya berpedoman pada satu surat pemberitahuan kerja dari pihak perusahaan CV Mawar Melati sebagai pemenang tender.

Sementara itu, saat disinggung mengenai total anggaran pada proyek. Dirinya juga mengaku tidak mengetahui total anggaran pengerjaan pembangunan sekolah tersebut. Namun ada 8 ruangan yang direhabilitasi beserta perabotan.

“Ada 8 ruangan yang direhabilitasi yakni ruang kepala sekolah, jamban, tata usaha, perpustakaan, laboratorium, dua ruang kelas dan ruang guru. Tapi jenis perabotnya apa saya tidak paham,” jelas Suriadi.

Untuk bahan-bahan, lanjutnya, dirinya juga mengaku tidak mengetahui.

“jadi kita tidak ada kewenangan disini, karena saya kan punya pimpinan,”tutupnya.

Reporter: Pujianto