Relawan Ganjar Prediksi NasDem Bakal Gagal Usung Paslon Capres 2024, Erick Thohir Layak Dampingi Ganjar

Erick Thohir Layak Pendamping Ganjar Pranowo

Menurut Sutrisno, Pilpres 2024 merupakan momentum menemukan pemimpin terbaik guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Maka Pilpres 2024 dipastikan tanpa triple 3A, yaitu tanpa antek-antek amerika, antek-antek asing dan nama-nama yang dimulai awalan hurup A.

Sebab, berdasarkan program “Rakyat Bersuara” di 33 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara menegaskan kembali kekuasaan tertinggi Negara Indonesia di tangan rakyat sehingga apapun visi dan misi pendamping Ganjar Pranowo harus mendengarkan suara rakyat.

Maka rakyat Sumatera Utara mengusulkan kepada DGP 12 nama cawapres mendampingi Ganjar Pranowo, yaitu Erick Thohir yang saat ini menjabat Menteri BUMN Kabinet Indonesia Maju.

Selanjutnya, Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo, Ketua Umum DPP Partai Perindo, Sandiaga S Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,
Chairul Tanjung pengusaha sekaligus pendiri CT Corp, Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, 2018- 2023.

Kemudian, Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Perekonomian, Surya Paloh, Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Hj. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur periode 2019- 2024, Muhammad Mardiono, Plt Ketua Umum PPP.

Terakhir muncul nama Zulkifli Hasan, Ketua Umum DPP PAN. Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi, kini menjabat Gubernur Sumatera Utara 2018-2023.

“Konperensi DGP telah diselenggarakan di Jakarta dan Medan. Dari konperensi pers tersebut selalu muncul nama Erick Thohir dan bahkan menempati urutan pertama”kata Sutrisno.

Dijelaskannya, ada beberapa alasan masyarakat mengusulkan nama Erick Thohir, yaitu keberhasilannya sebagai ketua tim kampanye nasional Jokowi Ma’ruf Amin pada Pilpre 2019. Dan berhasil memulihkan ekonomi serta penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu, keberhasilan mentransformasi BUMN melalui revitalisasi, restrukturisasi, efisiensi BUMN. Meningkatkan setoran deviden BUMN kepada negara, per Agustus 2022, tercatat Rp 38,9 Triliun, meningkat 35% dari posisi Agustus 2021, 28,8 Triliun.

Kemudian, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir berhasil menyetor 1200 Triliun ke negara. BUMN menjadi penopang utama proyek- proyek infrastruktur pemerintah, baik sebagai investor, pelaksana, pun pengawas.

“Erick Thohir telah menjadi anggota kehormatan Banser NU. Kabar baiknya, strategi pemulihan ekonomi hingga terhindar resesi keberlanjutan proyek infrastruktur, khususnya Ibu Kota Negara serta pengalaman Erick Thohir akan melengkapi Ganjar Pranowo yang memiliki karakteristik banteng sebagai kader PDIP menjadikan keduanya paket Banteng NUsantara”terang pembina DPP Dulur Ganjar Pranowo.

Reporter : Toni Hutagalung