MEDAN | Dulur Ganjar Pranowo (DGP) memprediksi strategi politik pemilihan presiden (Pilpres) 2024 hanya ada 2 poros atau 2 pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Rabu (26/10/2022).
Seruhnya pesta rakyat 2024, merupakan momentum menemukan pemimpin terbaik, dalam menentukan rasa keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Tentu, kedua poros akan bersaing ketat. Alhasil, kemungkinan besar peluang Anies Baswedan dan Agus Harimurti kurang diminati sebagai petarung Pilpres 2024
Poros pertama, terdiri dari 6 partai, yaitu PDIP, Golkar, PPP, PAN, Gerindra dan PKB dengan total 412 kursi akan bertanding melawan poros kedua, yaitu partai Demokrat, PKS dan partai NasDem, total 163 kursi DPR RI periode 2019-2024.
Sementara, partai NasDem berpeluang besar akan meninggalkan partai Demokrat dan PKS sehingga gagal mengajukan paslon capres maupun cawapres, sebab partai Demokrat dan PKS hanya memiliki 104 di senayan. Tentunya tidak mampu melewati ambang batas pencalonan presidential treshold minimal 115 kursi.
“Akibatnya dari 9 partai yang memiliki kursi di DPR RI tersisa menjadi 7 partai, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, PKB dan Golkar, PPP, PAN dan NasDem. Kemudian Ke-7 partai lainnya kemungkinan akan menjalankan strategi politik 2 poros skenario ke-2. Yaitu poros pertama meliputi 3 partai melawan poros ke dua terdiri dari 4 partai” kata Sutrisno Pangaribuan di Hotel Le Polonia Hotel, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (21/10/2022).
Sutrisno Pangaribuan ST, kader partai moncong putih itu menyebut, poros pertama untuk 3 partai yang dimaksud terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra dan PKB dengan jumlah total 264 Kursi DPR-RI periode 2019-2024.
Sedangkan poros ke-dua, terdiri 4 partai dari koalisi indonesia bersatu(KIB) yaitu Golkar, PPP dan PAN setelah NasDem bergabung karena meninggalkan partai Demokrat dan PKS, total kursi poros ke-dua menjadi 207 kursi.







