Resah, Warga Hinai Bakar Gubuk Transaksi Narkoba

LANGKAT | Sejumlah warga dari tiga desa di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, membakar gubuk diduga tempat transaksi narkoba di tengah perkebunan ubi, tepatnya di Dusun VII Desa Tanjung Mulia Kecamatan Hinai, pada Minggu (22/6/2025) siang.

Dari video amatir yang di terima orbitdigitaldaily.com warga tak hanya membakar gubuk diduga tempat terkansaksi narkoba, disana sejumlah warga turut melakukan pengejaran ke terduga pelaku pemakai narkoba yang ada dilokasi tersebut.

Dari video amatir yang berdurasi 6.38 detik itu, warga terlihat sempat adu mulut dengan seorang pria ada dilokasi.

Selain itu, warga dari tiga desa di Kecamatan Hinai turut menyampaikan orasinya dengan meminta kepada aparat penegak hukum untuk menangkap bandar dan pemakai narkoba.

“Kami minta kepada Bapak Kapolda Sumut, dan Bapak Kapolres Langkat untuk menangkap bandar dan pemakai narkoba yang ada di Dusun VII Desa Tanjung Mulia, Kecamatn Hinai,” tegas Kepala Dusun Vl Tanjung Mulia, Dodi Hariansyah Pasaribu dalam vidio bedurasi 1 menit 21 detik itu.

Tak hanya itu, di orasinya Dodi Hariansyah juga meminta kepada Kapolda Sumut, dan Kapolres Langkat untuk mendirikan posko pengamanan.

“Kami khawatir setalah aksi ini, gubuk yang diduga tempat transaksi narkoba berdiri kembali, dan memita bapak Kapolres Langkat untuk mengevalusi kinerja Kapolsek Hinai,” ujarnya, seraya dengan tanggapan warga.

Senada itu, salah satu warga Desa Tanjung Mulia, Khairuddin M.Si mengungkapkan, para warga melakukan ini karena resah atas adanya gubuk yang diduga tempat aktivitas transaksi jual-beli narkoba.

Menurutnya, niat warga hanya memviralkan, agar pihak kepolisian tahu dan jangan terkesan tutup mata.

Ia pun menyampaikan, aksi itu ikuti dari sejumlah warga di Desa Batu Malenggang, Muka Paya, dan Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai.

“Saat para warga menuju kelokasi banyak orang yang lari dari lokasi tersebut, dilokasi juga kami menemukan bong yang diduga alat isap narkoba jenis sabu, serta sejumlah plastik klip. Niat kami hanya memviralkan, agar pihak kepolisian tahu,” tutup pria yang akrab disapa Khair. (Tim/OD-20)