SERGAI| Sekitar 3.345 Kepala Keluarga ( KK ) korban banjir di dua Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai ( Sergai ) masih berada dalam pengungsian.
Untuk Kecamatan Tanjung Beringin sendiri menurut Camat Elmiati, ada sekitar 2.000 KK warga korban banjir berada dalam pengungsian.
Sebagian besar dari jumlah itu menurut Elmiati merupakan warga Desa Pekan Tanjung Beringin, karena ketinggian air saat ini di Desa itu masih setinggi antara 80 hingga 100 sentimeter.
Elmiati mengaku kesulitan menginventarisir jumlah pengungsi secara detail, karena saat mengungsi baik ke Desa sebelah maupun ke Kota Medan, para korban banjir tidak ada yang melapor ke Kantor Desa.
Selain itu kata Elmiati, sebagian korban banjir juga lebih memilih mengungsi di Mesjid ataupun Musholla daripada mengungsi ke tenda pengungsian
“Kalau jumlah pengungsi nggak dapat secara detail, karena nggak ada yang melapor ke Desa dan mereka ngungsi sendiri, ada yang ke Desa Nagur ada yang ke Medan “. Kata Elmiati
Namun demikian lanjut Elmiati, dari sekitar 25.000 jiwa warga nya yang terdampak banjir, diperkirakan ada sekitar 2.000 KK warganya yang berada dalam pengungsian.
“Dari 25.000 jiwa warga yang terdampak banjir, diperkirakan ada 2000 KK warga yang mengungsi”. Ucap Elmiati mengakhiri.
Sementara itu di Kecamatan Sei Rampah diperkirakan ada sekitar 1.345 korban banjir yang berada dalam pengungsian.
Data itu di dapat dari tiga Kepala Desa masing masing Kepala Desa Sei Rampah, Kepala Desa Sei Rejo dan Kepala Desa Cempedak Lobang.
Menurut Kepala Desa Sei Rampah Cipto, dari 8.358 jiwa warga yang terdampak banjir , sekitar 1000 KK tinggal di pengungsian.
“Dari seluruh Dusun ditaksir adalah 1000 KK yang ngungsi”. Kata Cipto
Sementara menurut Kepala Desa Sei Rejo Muliono, saat ini warganya yang tinggal di tenda pengungsian diperkirakan ada sekitar 200 KK
“Yang ngungsi di Kantor Desa aja ada 100 KK, lain yang di Dusun lagi, adalah sekitar 300 KK”. Ucap Muliono.
Dan untuk di Desa cempedak lobang menurut Kepala Desa Edi Muslih ada 45 KK warga yang saat ini mengungsi.
” Yang mengungsi di 5 tenda pengungsian ditambah dengan yang mengungsi diluar kampung adalah 45 KK “. Kata Edi Muslih.
Berdasarkan pantauan awak media ini, Kamis (15/12/2022) di beberapa tempat pengungsian di Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah menemukan beberapa warga korban banjir saat ini mengalami demam, batuk dan gatal gatal pada bagian kakinya.
“Itulah pak, sekarang ini kami banyak yang sakit batuk batuk, demam dan kena kutu air”. Kata Dina Helfina salah seorang warga pengungsian.
Reporter: Pujianto







