Aceh  

Rp9,9M ke 5 Dinas Tangani Covid, Plt Bupati Aceh Selatan Antisipasi Pemudik

Tampak sejumlah wartawan serius mendengar penjelasan dari Plt Bupati Aceh Selatan Tgk Amran saat berlangsungnya kompresi pers di diruang serba guna lantai tiga Bappeda Tapaktuan Aceh Selatan Rabu (29/4/2020). (orbitdigitaldaily.com/Yunardi M.IS)

ACEHSELATAN – Setidaknya Rp9,9 miliar anggaran dikucurkan ke lima dinas sejajaran Pemkab Aceh Selatan dalam penanggulangan pancemi Covid-19.

Kelimas dinas itu diantaranya Dinas Sosial sebesar Rp4,5 miliar, RSUYA Rp3 miliar, Dinkes Rp990 juta, BPBD Rp1 miliar dan Disperindagkop Rp500 juta.

Khusus untuk Disperindagkop anggaran itu nantinya untuk pengadaan pasar murah.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan Tgk Amran mengingatkan setiap warga pelaku perjalanan (traveler) agar mematuhi aturan dengan melakukan isolasi mandiri.

“Setiap warga pelaku perjalanan yang tiba di perbatasan tidak mungkin kita suruh pulang lagi ke daerah asal perjalanannya. Apalagi warga itu pulang ke kampung halamannya dalam rangka Ramadan. Cuma mereka harus mematuhi aturan dan imbauan dengan melakukan isolasi mandiri,” ujar Amran dalam konferensi persnya kemarin.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda H.Nasjuddin, Asisten I, Asisten II dan Asisten III serta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Inspektorat, Kabag Humas dan seluruh karyawan BPKD.

Tgk. Amran menyebut, sebagaimana koordinasi pihaknya dengan Kapolres dan Dandim 0107/Aceh Selatan, terhadap warga yang tidak mengindahkan isolasi mandiri akan dijemput oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Selatan.

“Nantinya mereka  ditempatkan di Pusat Edukasi Pra Karantina Covid-19 di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, selama 14 hari,” ujarnya.

Perketat Pemeriksaan Kendaraan Masuk Aceh Selatan

Menurutnya, kendati tidak ada pelarangan terhadap warga yang ingin pulang ke Aceh Selatan, tetapi di tengah pandemi Covid-19 ini sebaiknya  tidak mudik.

“Kita tidak melarang warga kita yang ingin pulang ke Aceh Selatan. Tetapi jika ingin pulang juga, maka harus disiplin mengikuti isolasi mandiri,” tegasnya lagi. 

Amran yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengutarakan, untuk mengatasi lonjakan arus mudik ini, di perbatasan telah disiagakan Tim Gugus Tugas untuk memperketat pemeriksaan  kendaraan yang keluar masuk ke Aceh Selatan.

“Begitu juga, terhadap traveler yang telah pulang dari berbagai daerah terjangkit Covid-19  telah diterapkan aplikasi P-Covid-19 yang dikembangkan oleh  Politeknik Aceh Selatan (Poltas),” paparnya.

Sistemnya, jelasnya, setiap hari masing -masing traveler yang telah terdaftar di Aplikasi P-Covid-19 akan menjawab 12 pertanyaan yang diajukan oleh Tim Gugus Tugas.

“Hal ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Aceh Selatan. Sehingga daerah kita dijauhi  dari wabah virus  berbahaya itu,”  harapnya.

Reporter: Yunardi