Aceh  

Sambut Ramadhan, Lapas Blangpidie Gelar Meugang Bersama Warga Binaan

Kalapas Kelas IIB Blangpidie Ahmad Heru Setiawan AMdIp SH MH saat makan bersama dengan Wakil Ketua I DPRK Abdya Tgk. Mustiari, insan pers, petugas lapas di acara meugang bersama warga binaan lapas, Jumat (28 /2/2025).

ABDYA | Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).menggelar ‘meugang’ atau ‘uroe mak meugang’ bersama
warga binaan, Jumat (28 /2/2025).

Kegiatan ini semakin semarak dengan adanya santapan menu 2 ekor kambing dari Rakan Aqiqah Blangpidie dan hadirnya Wakil Ketua I DPRK Abdya Tgk Mustiari atau yang akrab disapa Mus Seudong, para petugas lapas dan karyawan serta insan pers.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Blangpidie
Ahmad Heru Setiawan AMdIp SH MH mengatakan, meugang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat di Aceh yang menandai datangnya bulan Ramadhan dengan menyembelih sapi, kambing, dan sejenisnya, dan memasaknya untuk disantap bersama keluarga maupun masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antara petugas lapas, warga binaan, dan insan pers,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad Heru mengaku dirinya bersama pegawai lapas ingin menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan melalui tradisi meugang ini.

“Alhamdullilah dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Rakan Aqiqah Blangpidie, kami bisa berbagi kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadhan,” cetus Kalapas Blangpidie.

Sementara, Wakil Ketua I DPRK Abdya, Tgk. Mustiari atau yang akrab disapa Mus ¹, menyebutkan kehadirannya
ke Lapas Kelas IIB Blangpidie di Gampong Alue Dama, Kecematan Setia adalah untuk memberikan dukungan moral terhadap kegiatan sosial yang dilakukan di lingkungan lapas.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Lapas Blangpidie dalam melestarikan budaya meugang. Semoga tradisi ini terus berlangsung dan membawa manfaat bagi semua,” ujar Mus Seudong.

Dengan adanya kegiatan meugang ini, dia berharap suasana kebersamaan semakin terjalin, tidak hanya di antara petugas dan warga binaan, tetapi juga dengan masyarakat luas, terutama insan pers yang turut berperan dalam membangun citra positif pemasyarakatan, demikian pungkasnya.(Nazli)