Ia juga berterima kasih kepada Seri Ukur Ginting yang telah membantunya menyediakan lapangan kerja, “Terima kasih (Okor Ginting), dikasinya kami pekerjaan,” ujar Martini, yang bersama rekan rekannya sedang bekerja memasukkan tanah ke Polybag untuk kebutuhan pembibitan.
Sementara dua pekerja lain yang menyebut namanya Babad dan Ubud mengaku sangat berterima kasih kepada Okor Ginting, “Membuat kami tidak menganggur, sehingga menambah penghasilan keluarga. Kami menganggap dia baik dan tidak tahu ada masalah lain,” ujar mereka.
Kemudian berjarak sekitar 15 kilo meter dari lokasi pembibitan, media ini menjumpai sekelompok pekerja harian lepas lainnya yang sedang menunggu jemputan untuk kembali kerumah masing-masing setelah bekerja membersihkan areal kelapa sawit dari rerumputan.
Kelompok Buruh Harian Lepas (BHL) ini mengaku digaji Rp60 ribu untuk setengah hari kerja memupuk dan membersihkan pohon sawit milik Okor Ginting dan dibayarkan seminggu sekali.
“Berkelompok, yang babat 6 orang di gaji Rp360 ribu perminggunya,” ujar seorang ibu di kelompok pekerja ini.







