Audiensi Warga Kutambaru
Selanjutnya Meidi Kembaren perwakilan warga, menyampaikan tujuan untuk meminta solusi dari pemerintah atas tuntutan warga terkait ganti rugi dari PT TLE untuk segera diselesaikan.
Sebab dampak kebanjiran itu membuat masyarakat banyak berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, warga juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami ingin tahu gimana solusi pemerintah kepada masyarakat dengan kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Menanggapi itu Afandin mengatakan pemerintah akan terus berusaha semaksimal mungkin demi masyarakat.
Pihaknya ingin masalah selesai secara baik, agar antara warga terdampak dengan PT. Thong Langkat Energy tetap bergandengan.
“Pemerintah akan menjembatani antara masyarakat dan PT. TLE agar melakukan mediasi secara kekeluargaan,” sebutnya.
“Kepada tim yang ada segera untuk memberikan kejelasan terhadap masyarakat dengan berkordinasi kepada PT.TLE,” pintanya.
Sembari menyatakan pihaknya mempunyai keterbatasan dalam menentukan keputusan, ditengah permasalahan tersebut.
Kemudian Asisten I Pemerintahan Basrah Pardomuan menyampaikan pada 2 (dua) minggu lalu, sudah dilakukan RDP di Komisi B DPRD Langkat.
Hasilnya sudah dilakukan pembuatan sumur bor agar warga mudah mendapatkan air bersih.
Sedangkan untuk ganti lahan, sudah ada 103 Kepala Keluarga (KK) yang menerima pelunasan ganti rugi. Sisanya terdapat 70 KK belum dibayarkan akibat belum mendapatkan kesempatan nilai harga ganti rugi.







