Dia menilai, peranan petani Peternak Ayam Petelur itu sangat besar dalam menjamin kecerdasan anak cucu penerus bangsa ini. Sebab, harus disadari bahwa Telur Ayam sumber protein hewani paling murah dan terjangkau kecukupan protein hewani penting. Apabila Peternak Ayam Petelur bangkrut, bisa mengakibatkan kelangkaan telur dan berdampak harga telur mahal, tidak terjangkau masyarakat, sehingga kecukupan protein hewani pun terancam.
“Disini, intervensi pemerintah sangat penting membantu petani Peternak Ayam Petelur guna mencegah Peternak Petelur jangan sampai bangkrut yang saat ini sedang kembang kempis, akibat penjualan telur ayam berkurang, bahkan jauh menurun. “Belum lagi masalah harga bahan pakan ayam yang semakin mahal dan mengalami kenaikan dari 20-80 persen. Kemudian rendahnya harga telur yang mengakibatkan kerugian Peternak Petelur mencapai milyaran rupiah,” ungkapnya.
Jika Pemerintah memberi PKH dengan mengikutkan telur ayam, ungkap anggota DPRD Sumut dari dapil (daerah pemilihan) Binjai-Langkat ini, secara tidak langsung Pemerintah turut meringankan beban petani Peternak Ayam Petelur. Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga diharapkan membantu petani peternak ayam petelur dengan membuka kran impor Jagung langsung ke asosiasi peternak.
“Dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu, telah direkomendasikan agar memerikan kuota Impor Jagung dan bahan pakan lain langsung pada asosiasi Peternak Petelur, dalam hal ini P3SU, tidak lagi melalui Bulog. “Bila impor melalui Perum Bulog, hanya menambah mata rantai dan menambah biaya/cost lebih besar,”ujar Sugianto.cr-03







