Tak Terkendali, Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Selatan Mencekik Leher

Harga beras kali ini sungguh luar biasa naik harganya, malah mereka selaku pedagang bila tidak jenli harus menanggung rugi

ACEH SELATAN | Gaung penekanan inflasi di Kabupaten Aceh Selatan dari media masa, baik media Online maupun media cetak dan media televisi terus membara, namun yang sangat disayangkan penanganan penekanan inflasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tampak masih sangat jauh dari harapan masyarakat.

Hal ini karena harga beras dan kebutuhan pokok lainnya mencekik leher yang merupakan salah satu sebagai kebutuhan pokok masyarakat Aceh Selatan.

Seperti pengakuan dari seorang pedagang beras di Tapaktuan Toko Beras Mery kepada Orbitdigitaldayli. com mengaku harga beras kali ini sungguh luar biasa naik harganya, malah mereka selaku pedagang bila tidak jenli harus menanggung rugi.

Pasalnya saat harga masih standar penjualan beras berlangsung normal, namun saat kita tebus kembali tau tau usah naik harganya, sementara untuk satu sak dengan ukuran 15 Kg itu hanya 1000 atau 2000 perak yang kami ambil untung, namun saat tebus kembali, sudah melonjak.

Seperti beras Dua Mawar 15 kilo sekarang Rp220.000 persak, yang dulunya persak Rp176 hingga 178 ribu, sekarang sungguh luar bias naik tajam.

Sedangkan beras merk MB dan merk beras TD serta merk beras bunga seulanga itu sekarang harga persak Rp225.000, sementara beras merk Tangse, Payung juga melonjak per sak 15 kg mencapai 220.000, sedangkan harga beras Tangse Aceh itu untuk harga beras persak dengan ukuran 15 Kg Rp205.000, merk Bintang Tidiek untuk ukuran 15 Kg Rp222.000, merk Ayam itu hanya Rp200.000 dengan ukuran 15 Kg per sak.

Lain lagi dengan kebutuhan pokok lainnya seperti gula, telur, minyak makan, itu sungguh sangat luar biasa melonjak harganya.

Dan bukan hanya kebutuhan pokok saja yang melonjak harganya termasuk kebutuhan harian di dapur seperti cabe merah itu untuk perkilo mencapai Rp100.000,vlain lagi dengan harga tomat dan bahan dapur lainnya, sebut beberapa pedagang lain.

Reporter : YUNARDI.M.IS