Masih menurut Dr Diky, adapun manfaat hasil dari penelitian ini dapat menghasilkan database senyawa bioaktif antiviral dari minyak Atsiri Hanjeli dan Jamblang. Senyawa antiviral yang diperoleh dapat dijadikan kandidat sebagai ACE Inhibitor murni secara farmakologi atau digunakan umum sebagai herbal.
Saat ini minyak Atsiri Hanjeli akan dikembangkan bersama IA ITB Sumatera Utara (Sumut) di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan dengan mengembangkan kawasan Desa Wisata Hanjeli dan perkebunan Hanjeli yang mendukung untuk produksi minyak atseri hanjeli.
Kita berharap temuan ini dapat memberikan masukan dan rekomendasi bagi pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Indonesia, sehingga Covid ini dapat segera berakhir di Indonesia, atau setidaknya tidak akan ada lagi masyarakat Indonesia yang meninggal karena Covid-19. (Diva Suwanda)







