Terkelin Temukan Bangkai Babi Membusuk di Jalan Lingkar Singa

oleh -188 views
Bupati Karo Terkelin Brahmana besama jajarannya saat menyisir bangkai babi. (orbitdigitaldaily.com/Daniel Manik)

TANAHKARO-Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang adanya bangkai babi dibuang sembarangan di sekitar jalan lingkar menuju Desa Singa, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama tim melakukan penyisiran.

Terbukti setidaknya ada lima ekor bangkai babi yang mulai membusuk dalam penyisiran tersebut.

Hal itu dikatakan Kabag Humas dan Protokol Drs Djoko Sujawanto kepada wartawan, Minggu (1/12) di Kabanjahe.

Menurutnya, guna menyikapi virus babi yang sudah menyebar di sebagian besar Kabupaten Karo itu, Terkelin lantas mengeluarkan surat keputusan nomor: SK/520/473/pertanian/2019 tanggal 28 November tentang penetapan tim unit respon cepat pengendalian dan penanggulangan penyakit menular pada ternak babi di Karo.

Diterbitkannya Skep bupati itu, bertujuan sebagai pedoman dinas terkait untuk membentuk tim dan posko. Setidaknya harus ada 17 posko ditambah 1 posko kabupaten.

Belum lama ini, ada laporan yang diterima posko 1 kabupaten terkait adanya bangkai babi yang dibuang sembarangan oleh orang yang tidak dikenal diseputaran Jalan ke Desa Singa.

“Untuk itu, bagi pengusaha atau masyarakat yang memelihara dan menjumpai ternak babinya mati mendadak. Diiimbau segera diinformasikan ke Pemda Karo di posko 1 dan akan ditindaklanjuti oleh tim posko, jangan dibuang tapi dilaporkan, nanti akan ditangani,” sebutnya.

1516 Babi Terinfeksi Hog Cholera

Sementara Kadis Pertanian, Metehsa Purba membenarkan baru turun ke lapangan dan menemukan bangkai babi dibuang disaluran parit Jalan Desa Singa yang terindikasi sudah dibuang berhari- hari, karena kondisinya sudah membusuk.

“Informasi penyerangan virus babi ada dibeberapa kecamatan yaitu Laubaleng, Mardinding, Kabanjahe, Simpang Empat, Tigapanah, Munte dan Barusjahe. Namun demikian kita tetap dan sudah membentuk posko disetiap Kecamatan,” katanya.

Diakui Metehsa, sampai hari ini di Karo. Ternak babi yang mati mendadak diserang virus Hog Cholera berjumlah 1516 ekor. Kemungkinan setiap detik, menit, jam dan hari akan terus bertambah.

“Dan akan kita update publikasinya. Untuk bangkai babi yang ditemukan saat ini, akan kita kuburkan malam ini juga. Karna hanya itu jalan terbaiknya,”ujarnya.

“Bangkai babi akan dikubur dilokasi ladang pribadinya di Desa Lau Simomo. “Galian lubang sudah dibuatkan dengan ukuran 10 m x 20 m dengan kedalaman 4 meter. Semua babi sebanyak 50 ekor, hari ini kita akan kubur,” ungkapnya.

Reporter: Daniel Manik